Jakarta–Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelaku pasar modal ataupun ekonom untuk tidak terjebak dalam pemikiran yang tidak produktif. Hal ini bertujuan agar pasar keuangan Indonesia terjaga stabil.
“Jangan sampai energi kita terkuras untuk masuk hal-hal tidak terproduktif, selalu ter-framing pada hal-hal itu (tidak produktif),” ujar Jokowi, di Jakarta, Selasa, 4 Juli 2017.
Jokowi mencontohkan, ketika dirinya menyampaikan pesan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar tidak terus menerus mengurusi persoalan cantrang atau jala dalam menangkap ikan.
“Urusan hal-hal yang sudah lama tidak selesai, kita harus selesaikan hal itu, bawa nelayan kita kepada hal-hal yang bisa memberikan masa depan baik, yang berkaitan teknologi, misalnya aqua culture,” ucapnya.
Selain itu, Jokowi juga mengimbau kepada pelaku pasar agar fokus ikut serta meningkatkan perekonomian dalam negeri dan tidak masuk ke persoalan politik, agar Indonesia tidak tertinggal negara lain.
“Yakinkan pada investor, Indonesia layak, kita investement grade. Saya sering sampaikan kepada menteri, Dirjen, bagaimana (negara lain). Kita masih masih ter-framing dengan hal-hal tidak produktif,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More