sawit
Jakarta–Harga CPO telah turun dalam tiga hari beruntun, sehingga membuat minyak nabati ini berpeluang mencatat penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Harga CPO sendiri saat ini bergerak di kisaran 2.605 ringgit per ton, dan berada di level terendah satu pekan.
Mengutip riset Monex Investindo Futures Faktor tren musiman membuat pelaku pasar memperkirakan produksi CPO akan meningkat yang menjadi penekan harga sejak hari Selasa.
Selain itu penurunan harga minyak kedelai juga memberikan sentimen negatif ke CPO. Dalam dua pekan sebelumnya kenaikan harga CPO hingga ke level tertinggi dua bulan juga terbantu oleh kenaikan harga minyak kedelai.
Baca juga: Harga CPO Berpeluang Turun
Ringgit yang terus menguat terhadap dolar juga memberikan sentimen negatif bagi CPO. Terpantau ringgit hari ini kembali berada di level terkuat 6 pekan terhadap dolar.
CPO berpeluang melemah ke 2.590, dengan potensi pergerakan hari ini di kisaran 2.590 – 2.5620 ringgit per ton di Bursa Derivatif Malaysia. Sementara di bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia CPO berpotensi bergerak di kisaran 8.200 – 8.610 rupiah per kilogram. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
View Comments
terimakasih untuk informasinya....
semoga sukses selalu...