sawit
Jakarta–Harga CPO telah turun dalam tiga hari beruntun, sehingga membuat minyak nabati ini berpeluang mencatat penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Harga CPO sendiri saat ini bergerak di kisaran 2.605 ringgit per ton, dan berada di level terendah satu pekan.
Mengutip riset Monex Investindo Futures Faktor tren musiman membuat pelaku pasar memperkirakan produksi CPO akan meningkat yang menjadi penekan harga sejak hari Selasa.
Selain itu penurunan harga minyak kedelai juga memberikan sentimen negatif ke CPO. Dalam dua pekan sebelumnya kenaikan harga CPO hingga ke level tertinggi dua bulan juga terbantu oleh kenaikan harga minyak kedelai.
Baca juga: Harga CPO Berpeluang Turun
Ringgit yang terus menguat terhadap dolar juga memberikan sentimen negatif bagi CPO. Terpantau ringgit hari ini kembali berada di level terkuat 6 pekan terhadap dolar.
CPO berpeluang melemah ke 2.590, dengan potensi pergerakan hari ini di kisaran 2.590 – 2.5620 ringgit per ton di Bursa Derivatif Malaysia. Sementara di bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia CPO berpotensi bergerak di kisaran 8.200 – 8.610 rupiah per kilogram. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
View Comments
terimakasih untuk informasinya....
semoga sukses selalu...