sawit
Jakarta–Harga CPO telah turun dalam tiga hari beruntun, sehingga membuat minyak nabati ini berpeluang mencatat penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Harga CPO sendiri saat ini bergerak di kisaran 2.605 ringgit per ton, dan berada di level terendah satu pekan.
Mengutip riset Monex Investindo Futures Faktor tren musiman membuat pelaku pasar memperkirakan produksi CPO akan meningkat yang menjadi penekan harga sejak hari Selasa.
Selain itu penurunan harga minyak kedelai juga memberikan sentimen negatif ke CPO. Dalam dua pekan sebelumnya kenaikan harga CPO hingga ke level tertinggi dua bulan juga terbantu oleh kenaikan harga minyak kedelai.
Baca juga: Harga CPO Berpeluang Turun
Ringgit yang terus menguat terhadap dolar juga memberikan sentimen negatif bagi CPO. Terpantau ringgit hari ini kembali berada di level terkuat 6 pekan terhadap dolar.
CPO berpeluang melemah ke 2.590, dengan potensi pergerakan hari ini di kisaran 2.590 – 2.5620 ringgit per ton di Bursa Derivatif Malaysia. Sementara di bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia CPO berpotensi bergerak di kisaran 8.200 – 8.610 rupiah per kilogram. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More
View Comments
terimakasih untuk informasinya....
semoga sukses selalu...