Jakarta – Kepala Divisi Psikiatri Forensik dr. Natalia Widiasih Raharjanti, Sp.KJ(K), MPdKed mengatakan, pandemic fatigue atau kelelahan/kebosanan akan pandemi bisa saja menghampiri semua orang tanpa terkecuali.
Dirinya juga mengungkapkan, kondisi pandemic fatigue terjadi lantaran beberapa penyebab diantaranya ialah mental yang kurang kuat, kehilangan pekerjaan, bosan terhadap rutinitas kerja dan sekolah dari rumah, serta intepretasi data yang salah mengenai pandemi covid-19.
“Ini dipengaruhi oleh kapasitas mental kita sebagai seorang manusia saat kita sudah mulai lelah karena ini new normal kan kita kehilangan pekerjaan, kehilangan kesempatan mau keluar juga susah terus kerjaan juga di rumah terus,” kata Natalia melalui video conference BNPB Indonesia, Senin 11 Januari 2021.
Oleh karena itu, dirinya meminta masyarakat untuk tidak kehabisan akal dalam melakukan kegiatan sehari-hari di rumah baik untuk bekerja, belajar maupun dalam melakukan hobby masing masing.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pihak baik Pemerintah Pusat dan Daerah untuk tak henti hentinya mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan dengan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak).
Sebagai informasi saja, menurut WHO, pandemic fatigue adalah hal yang wajar dialami setiap orang. Meski begitu, kita diharapkan tetap harus mengikuti protokol kesehatan untuk membantu menurunkan infeksi COVID-19 dan juga perlu menemukan cara yang efektif untuk menjaga kesehatan mental. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More