Jakarta — Pada masa pandemi Covid-19 keingingan untuk sholat berjamaah di masjid tetap bisa dilakukan, asal menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar.
Para jamaah maupun pengelola masjid atau mushola kini bisa mengikuti imbauan Pemerintah melalui Surat edaran Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia. Surat edarat tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 tahun 2020 dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 14 tahun 2020 yang semuanya menyangkut pelaksanaan kegiatan beribadah selama masa pandemi Covid-19. Berikut beberapa panduan protokol kesehatan di dalam masjid:
1. Pastikan Masjid dalam Keadaan Steril
Pengurus masjid diharap dapat menciptakan kondisi masjid sebagai tempat aman yang sterildari Covid-19. Pastikan pembersihan lingkungan masjid dilakukan secara bertahap dan berkala
2. Pastikan Penerapan Jaga Jarak di dalam Masjid
Pengurus masjid harus memberlakukan jarak setiap jamaah di masing masing shaf sholat dantaranya menjaga jarak minimal 1 meter antar-jemaah, memakai masker dari rumah.
3. Kapasitas Masjid Hanya 40%
Dikarenakan ada ketentuan jaga jarak maka daya tampung masjid harus ditaati paling banyak 40% dari kapasitas normal biasanya.
4. Pastikan Jamaah Membawa Peralatan Salat Sendiri
Pastikan masing-masing jamaah membawa sajadah serta membawa hand sanitaizer sendiri guna mengindari adanya sentuhan tangan antar jamaah.
Editor: Paulus Yoga
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More