Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja tengah menyampaikan paparan saat konferensi pers paparan kinerja tahun 2017 di Jakarta, Kamis 8 Maret 2018
Jakarta — Presiden Direktur
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmaja menjelaskan dengan rinci historis dan latar belakang pihaknya mengakusisi saham PT Bank Royal Indonesia (Bank Royal). Hal tersebut diungkapkannya pada saat konfrensi pers mengenai paparan kinerja BCA hingga kuartal I-2019.
Jahja menjelaskan, faktor regulasi dan kebutuhan menjadi alasan BCA mencaplok Bank Royal. Jahja juga menyebut, keputusan tersebut merupakan hasil dari perundingan yang cukup matang atas imbauan regulator.
“Kita ingat rencana imbauan konsolidasi perbankan dari regulator sudah lama dibicarakan dan kami pikir itu bagai gayung bersambut,” kata Jahja di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis, 25 April 2019.
Tak hanya itu, dirinya juga mengumpamakan Bank BCA sebagai kapal induk besar yang sulit bergerak cepat menyesuaikan percepatan revolusi teknologi. Oleh karena itu pihaknya memerlukan kapal kecil untuk dapat lebih fleksibel melayani para nasabah setianya.
“Kita merasakan penting sekali membuat suatu digital banking itu awal cerita jadi memang kebutuhan, dan kalau mau lakukan akusisi dan pengembangan usaha harus cantumkan ke Rencana Bisnis Bank (RBB) maka kita cantumkan,” tambah Jahja.
Setelah berjalannya waktu, BCA juga terus mengembangkan inovasi miliknya sembari melihat kondisi pasar dan melakukan penyesuaikan harga, hingga akhirnya pihaknya memutuskan mengakusisi Bank Royal.
Sebagai informasi, sebelumnya BCA telah resmi mengakusisi Bank Royal dengan nilai maksimum transaksi sebesar Rp1,007 triliun. Dengan ekuitas Bank Royal per Februari 2019 sebesar Rp338,92 miliar, BCA mencaplok bank tersebut dengan harga 3 kali nilai buku (price to book value/PBV). (*)
Jakarta - Tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) diyakini akan mengubah perdagangan global… Read More
Jakarta - Pemberlakuan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pasar… Read More
Washington - Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS), Scott Bessent menyarankan negara-negara yang terdampak tarif… Read More
Jakarta - Guru Besar Bidang Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S. Damanhuri membeberkan sejumlah… Read More
Jakarta – Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal hingga 54 persen terhadap lebih dari 60 negara mitra… Read More
Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif kebijakan impor baru 10 persen… Read More