Bengkulu – Hingga September 2022 BTPN Syariah mencatatkan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) nett berada di angka 0,1%. Sejumlah hal dilakukan perseroan sehingga NPF nett dapat terjaga dengan baik di kuartal tiga tahun ini.
Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin mengatakan, ada dua hal yang menjadi kunci bagi pihaknya dalam menekan NPF. Pertama, fokus dalam mendorong program berkelanjutan Daya, yaitu pelatihan untuk kapasitas dalam bidang kesehatan, pengetahuan kewirausahaan, dan lingkungan bagi nasabah dan calon nasabah.
“Pembinaan, pelatihan, didatangi setiap dua minggu, dengan menemui mereka, mengingatkan untuk selalu berani berusaha dan berdoa, itu emotional engagement yang kami lakukan. Prinsip pelayanan teman-teman itu (community officer/CO) adalah responsible customer engagement,” katanya, menjawab pertanyaan Infobank, dalam Media Gathering yang diadakan BTPN Syariah, di Bengkulu, Kamis, 27 September 2022.
Lalu, yang kedua ialah mendorong pelayanan dari community officer (CO) atau bankir pemberdaya dari BTPN Syariah untuk menerapkan prinsip responsible customer engagement kepada nasabah dan calon nasabah. Menurut Ain, sapaan akrabnya, sebanyak 10 ribu Melati Puti Bangsa atau CO BTPN Syariah yang memiliki kesadaran tinggi untuk melatih dan membina nasabah dengan penuh semangat, dan membawa role model tersebut (responsible customer engagement).
“Yang di bawa role model itu kunci yang tidak bisa dipisahkan untuk kami dalam menekan NPF. jadi, teman-teman kami itu istilah kata, filosofi dalam melayaninya itu harus banget, bankir pemberdaya terlatih menjadi teladan dengan perilaku jujur, sopan, disiplin, mengabdi untuk menjadi fasilitator untuk berbagai program pemberdayaan,” tegasnya. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More