Kasus Jiwasraya diduga berpotensi gagal bayar hingga Rp 13,7 triliun. Kementrian BUMN selaku pemegang saham dituntut untuk bertanggung jawab. Untuk menyelamatkan Jiwasraya diperlukan suntikan dana hingga Rp32 triliun. Di satu sisi, dana APBN sendiri tengah defisit sehingga skenario ini tidak mungkin dilakukan. Mungkinkah Jiwasraya diselamatkan? Akankah pemegang polis mendapatkan uangnya kembali?
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More