Jakarta – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) atau Bank INA kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan.
Pada tahun ini, Bank INA berkolaborasi dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dalam dua kegiatan CSR yang berfokus pada penurunan angka stunting, khususnya di wilayah Kota Depok.
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Bank INA dan Indomaret menyalurkan 250 paket nutrisi kepada masyarakat di dua wilayah, yakni Kelurahan Tugu dan Cilodong.
Baca juga: Bank Ina Gandeng Alam Sutera Group, Permudah Kredit Pemilikan Properti
Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan Bank INA, Adhiputra Tanoyo, menyatakan bahwa pihaknya melihat isu stunting sebagai tantangan bersama yang perlu ditangani secara kolaboratif dan berkelanjutan.
“Melalui dua kegiatan CSR bersama Indomaret tahun ini, Bank INA ingin menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung kualitas tumbuh kembang generasi masa depan,” kata Adhiputra dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu, 20 Desember 2025.
Tentunya, program tersebut menyasar keluarga, terutama ibu dan anak, sebagai langkah preventif untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan menekan risiko stunting sejak dini.
Baca juga: Honest dan Bank INA Rilis Tabungan Baru, Terhubung Langsung dengan Kartu Kredit
Adapun Bank INA meyakini bahwa pencegahan stunting tidak hanya membutuhkan edukasi, tetapi juga akses yang lebih luas terhadap kebutuhan dasar keluarga, termasuk nutrisi yang memadai.
Sehingga, sinergi antara sektor perbankan dan dunia usaha menjadi elemen penting dalam menciptakan solusi sosial yang relevan dan berdampak.
Bagi Bank INA, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More