“Jika biaya nikah Rp100 jutaan? Keuntungan saya di pasar modal bisa dibuat nikah berpuluh-puluh kali,” tuturnya.
Ia pun menceritakan kisah sukses yang dialaminya tidak hanya terjadi pada dirinya, tetapi juga mertuanya. Mertuanya yang berprofesi sebagai dokter membeli saham salah satu emiten farmasi. Pertama kali investsasi senilai Rp1,6 juta, akhir 2015 sudah naik Rp120 juta. “Untungnya hampir 100 kali lipat,” cetus Nicky.
Baca juga: BKPM Gandeng POLRI untuk Jaminan Keamanan Berinvestasi
Melihat hal tersebut ia berpesan agar masyarakat mulai berinvestasi. Karena investasi sangat bermanfaat untuk masa depan.
Meski secara aturannya ia sekarang tidak boleh berinvestasi saham, ia pun tetap melakukan investasi ke produk investasi lain di pasar modal, seperti reksa dana. “Karena return-nya seperti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan),” tuturnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More