Perbankan

Ini Kinerja Terbaru Bank Muamalat yang Baru Saja Rombak Pengurus, Laba Amblas 82,68 Persen

Jakarta – Bank Muamalat baru saja melakukan pergantian pengurus dalam RUPSLB yang diadakan Rabu, 11 Desember 2024, jam 09.30-12.00 WIB. Berdasarkan keputusan RUPSLB, Bank Muamalat kini dipimpin Imam Teguh Saptono — mantan Direktur Utama BNI Syariah sebagai direktur Utama, menggantikan Hery Syafril.

Selain Imam, wajah baru di jajaran Direksi Bank Muamalat ada Kukuh Rahardjo yang akan bertugas sebagai direktur, menggantikan Riksa Prakoso. Adapun Kukuh, yang juga kolega Imam di BNI Syariah, sementara ini masih tercatat sebagai Direktur Utama Bank NTB Syariah. Sementara di jajaran komisaris, ada Sapto Amal Damandari menggantikan Amin Said Husni.

Lalu seperti apa kinerja terkini dari Bank Muamalat? Berdasarkan laporan publikasi bank di situs OJK, kinerja Bank Muamalat pada Oktober 2024 mencatatkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah indikator utama seperti aset, dana pihak ketiga (DPK), pembiayaan, hingga laba bersih menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam.

Total aset Bank Muamalat pada Oktober 2024 turun 10,97 persen menjadi Rp59,41 triliun dari Rp66,73 triliun pada Oktober 2023. Penurunan ini juga terjadi pada penghimpunan DPK yang melemah 10,18 persen menjadi Rp42,12 triliun.

Baca juga: RUPSLB Bank Muamalat Tunjuk Imam Teguh Saptono jadi Dirut Baru, Simak Profilnya
Baca juga: RUPSLB Bank Muamalat Rombak Pengurus, Ini Susunan Terbarunya

Meskipun secara keseluruhan DPK turun, segmen tabungan justru tumbuh 5,60 persen dari Rp15,73 triliun menjadi Rp16,61 triliun. Namun, pertumbuhan ini tidak mampu menutup penurunan signifikan pada segmen giro yang turun 5,93% dan deposito yang anjlok 21,09 persen.

Lebih jauh, pembiayaan yang disalurkan Bank Muamalat juga merosot 18,47 persen, dari Rp21,77 triliun pada Oktober 2023 menjadi Rp17,75 triliun pada Oktober 2024. Penurunan pembiayaan ini turut memengaruhi kinerja laba bersih, yang anjlok 82,68 persen, dari Rp54,49 miliar menjadi Rp9,44 miliar.

Salah satu penyebab utama melemahnya laba bersih Bank Muamalat adalah peningkatan beban operasional yang naik 15,90 persen menjadi Rp143,65 miliar. Di sisi lain, pendapatan dari penyaluran dana justru meningkat 5,74 persen, dari Rp1,60 triliun menjadi Rp1,69 triliun.

Namun, beban bagi hasil untuk pemilik dana investasi juga meningkat lebih tinggi, yaitu 10,10 persen, dari Rp1,39 triliun menjadi Rp1,53 triliun. Kenaikan beban bagi hasil ini menekan margin keuntungan yang dapat diraih oleh bank milik BPKH ini. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

9 mins ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

27 mins ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

2 hours ago

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

2 hours ago

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

3 hours ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

4 hours ago