Jakarta–Era digitalisasi perbankan sudah dimulai. Pembenahan sistem teknologi informasi (TI) menjadi harga mati bagi industri bank tanah air. Jika tidak, keterpurukan tidak bisa dihindari dalam menghadapi persaingan perbankan.
Bahkan Wakil Presiden RI,Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kategori bank baik saat ini sudah mengalami pergeseran. Jika dulu bank yang dikenal sebagai bank yang baik adalah yang memiliki fasilitas fisik bagus, seperti lantainya marmer, ber-AC, sekarang bank yang baik adalah yang memiliki teknologi bagus.
“Bank yang baik adalah bank yang memiliki teknologi yang baik,” kata JK di Jakarta, tadi malam, 13 Januari 2017.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan, hal itu dikarenakan pola transaksi dan juga kebutuhan masyarakat mengalami pergeseran. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting PAAI mendesak pemerintah meninjau ulang kebijakan pajak agen asuransi karena dinilai tidak adil,… Read More
Poin Penting Allianz Indonesia memperkuat kanal keagenan (ASN) dan bancassurance melalui kickoff awal 2026 untuk… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup flat melemah di level 8.884,62 pada sesi I perdagangan… Read More
Poin Penting BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menjadi yang pertama di… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More
Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More