Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah memastikan stok jelang Lebaran dalam kondisi aman dan terkendali, baik untuk komoditas pangan maupun energi. Jaminan tersebut disampaikan usai rapat terbatas bersama Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan fokus pemerintah adalah menjaga ketersediaan bahan pokok serta stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat. Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan energi nasional, termasuk BBM dan LPG, tetap terjaga hingga periode mudik dan libur panjang.
Baca juga: INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”
Zulhas mengatakan dirinya bertanggung jawab memastikan stok jelang Lebaran untuk kebutuhan pangan tetap tersedia dan harga terjangkau.
“Saya mengurusi pangan, bagaimana Lebaran itu ketersediaan terjaga dan harga tetap terjangkau,” katanya dikutip Antara, Rabu, 5 Maret 2026.
Menurutnya, pemerintah saat ini berfokus menjaga pasokan barang di pasar sekaligus memastikan stabilitas harga agar tidak memberatkan masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui pemantauan distribusi hingga intervensi langsung bila terjadi lonjakan harga.
“Saya juga sudah minta untuk keliling Indonesia, ke daerah-daerah, bertemu bupati dan wali kota agar menggelar bazar atau operasi pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah dapat memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk melakukan intervensi, baik melalui subsidi transportasi maupun subsidi harga. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasar dan memastikan stok jelang Lebaran benar-benar dirasakan masyarakat dalam bentuk harga yang stabil.
Dari sektor energi, Bahlil menegaskan bahwa stok jelang Lebaran untuk BBM dan LPG telah diantisipasi sejak awal. Kepastian itu disampaikan berdasarkan hasil rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN).
“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, Insya Allah, semuanya aman, termasuk LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan, meskipun memang terjadi dinamika global di Iran dan Israel,” kata Bahlil.
Ia juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya.
“Harga BBM bersubsidi saya pastikan sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan. Sekalipun terjadi kenaikan harga minyak akibat konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran,” katanya.
Namun demikian, untuk BBM non-subsidi, penyesuaian harga tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022.
Baca juga: Airlangga Ungkap Risiko Harga BBM Naik Akibat Perang Israel-AS vs Iran
Pemerintah menegaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan terus dilakukan hingga masa libur Idul Fitri berakhir. Langkah ini untuk memastikan stok jelang Lebaran tetap aman, aktivitas ekonomi berjalan normal, dan mobilitas masyarakat tidak terganggu oleh kelangkaan pangan maupun energi.
Dengan kombinasi pengawasan distribusi, operasi pasar, hingga jaminan pasokan energi, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran dapat terpenuhi tanpa gejolak harga yang signifikan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pelaporan SPT Tahunan 2025 mencapai 6.002.570 hingga 5 Maret 2026 pukul 08.00 WIB.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710,53 pada perdagangan 5 Maret 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Pencarian ATM pecahan Rp10 ribu dan Rp20 ribu terdekat meningkat jelang Lebaran 2026… Read More
Poin Penting KNEKS menilai spin-off UUS yang terlalu cepat berpotensi melahirkan bank syariah kecil dengan… Read More
Poin Penting AXA Mandiri membagikan 100 paket sekolah dan sembako senilai Rp1 juta untuk anak… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Allianz Syariah membayarkan klaim Rp600 miliar untuk 2.600 kasus, dengan 67… Read More