Menkeu; Tutupi kebutuhan belanja negara. (Foto: Dok. Infobank)
Dalam jangka pendek, Menteri Keuangan meminta Pemerintah-Pemerintah Daerah untuk segera mempercepat penyerapan anggaran. Ria Martati
Balikpapan–Pertumbuhan ekonomi Kalimantan yang lebih lambat dibanding kawasan lainnya, disebabkan karena melemahnya harga komoditas. Ke depan, harga komoditas diperkirakan belum akan membaik seiring dengan pelambatan permintaan terutama dari China sebagai negara utama tujuan ekspor komoditas andalan Kalimantan.
Oleh karena itu, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mendorong Pemerintah daerah untuk segera membelanjakan anggarannya.
“Jangka pendek yang harus dilakukan Pemerintah Daerah adalah menahan pelambatan dengan penggunaan anggaran,” kata dia di Balikpapan, Selasa, 11 Agustus 2015.
Saat ini menurutnya masih ada Rp273 triliun uang Pemda yang masih menganggur di bank daerah. Oleh karena itu ia mendorong pemda untuk segera mengalokasikan belanja untuk dua hal. Pertama adalah untuk stimulus, dengan memperkuat belanja modal khususnya untuk infrastruktur. Kedua adalah untuk operasi pasar
“Alokasi untuk operasi pasar, tidak hanya tanggungjawab Bulog, ini untuk mengurangi laju inflasi. Dengan penggunaan anggara itu akan signifikan untuk mendorong pertumbuhan dan menekan inflasi daerah,” tandasnya. (*)
@ria_martati
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More