Ilustrasi: Pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Foto: isitmewa)
Jakarta – Dampak pandemi menyebabkan tekanan bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, ada enam fokus pembangunan yang akan dilakukan pemerintah di 2021.
Menurut Suharso, fokus pertama dan yang paling penting adalah pemulihan sektor industri, pariwisata, dan investasi. Karena, khususnya industri dan pariwisata adalah sektor yang paling terdampak akibat pandemi, hal ini tercermin dari pengurangan jam kerja.
“Bahkan BPS (Badan Pusat Statistik) kemarin melaporkan ada sekitar 24 juta pekerja yang jam kerjanya berkurang. Inilah yang menjelaskan bahwa daya beli konsumsi di masyarakat menurun,” ujarnya dalam Konferensi Pers Bappenas secara virtual, Senin, 28 Desember 2020.
Kedua, lanjutnya, fokus penguatan sistem kekuatan pangan, termasuk program food estate. Lalu, reformasi sistem kesehatan nasional, termasuk menambah rumah sakit (RS) rujukan nasional. Keempat, reformasi perlindungan sistem sosial, termasuk memperbaiki social registry.
“Kemudian reformasi sistem ketahanan bencana, di mana memasukan bencana alam ke dalam sistem ketahanan bencana. Kemudian, tentu adalah penguatan SDM (sumber daya manusia) melalui pendidikan dan pelatihan vokasi,” tegas Suharso. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More
Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More