Categories: Moneter dan Fiskal

Ini Empat Prioritas Kebijakan Ekonomi Menurut BI

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai ada empat kebijakan ekonomi yang harus dijadikan prioritas yang sangat mendesak untuk mencapai sasaran antara dan visi ekonomi.

Empat kebijakan itu adalah kebijakan memperkuat ketahanan dan kemandirian energi dan pangan, serta ketersediaan air; kebijakan industrialisasi di berbagai sektor; kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur fisik dan nonfisik; serta kebijakan penguatan sektor keuangan.

Prioritas pertama terkait kebijakan meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi dan pangan serta ketersediaan air, BI merekomendasikan agar kebijakan diarahkan pada upaya mendorong peningkatan energi primer dan meningkatkan peranan energi terbarukan dalam kerangka bauran energi nasional. Sementara untuk ketahanan pangan, kebijakan untuk membenahi tata niaga impor dan penyelesaian permasalahan distribusi bahan kebutuhan pokok. Di saat bersamaan, kebijakan jangka menengah dan panjang antara lain melalui modernisasi sektor pertanian, meningkatkan kinerja pertanian di daerah pedesaan juga perlu dilakukan untuk menopanb kemandirian dan ketahanan pangan. Sementara kebijakan memperkuat ketersediaan air bersih perlu memperoleh perhatian karena berkaitan dengan pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan.

Selanjutnya, prioritas kedua yaitu kebijakan industrialisasi, tidak hanya terbatas pada sektor industri pengolahan tapi juga untuk sektor unggulan lainnya. Kebijakan industrialisasi juga perlu diarahkan untuk mengembangkan sektor-sektor industri yang memiliki keterkaitan panjang dengan berbagai sektor lain. “Sejalan dengan kebijakan industrialisasi, kami melihat kebijakan di sektor pariwisata dan sektor maritim perlu diperkuat sebagai wujud optimalisasi berbagai potensi alam yang dimiliki Indonesia,” kata Agus dalam pidatonya di acara “Pertemuan Tahunan Bank Indonesia” di Jakarta Convention Center Selasa 24 November 2015.

Prioritas kebijakan ketiga adalah percepatan pembangunan infrastruktur baik kebijakan infrastruktur dalam arti fisik dan non fisik. Infrastruktur fisik seperti pembangunan proyek-proyek seperti jalan tol, kereta api dan revitalisasi pelabuhan, sedangkan non fisik seperti modal dasar pembangunan yang mencakup modal manusia, inovasi, dan teknologi serta kelembagaan yang kuat. Prioritas Keempat adalh penguatan kebijakan di sektor keuangan.

“Kebijakan di sektor ini selain diarahkan untuk memperluas peran sektor keuangan pada pembiayaaan ekonomi, juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan sektor keuangan,” tandas Agus. (*) Ria Martati

Paulus Yoga

Recent Posts

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

4 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

4 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

6 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

16 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

16 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

19 hours ago