Ekonomi Digital

Ini Dia Pemuda Pelopor Ekosistem UMKM Digital di Bontang

Jakarta – Pemuda asal Kelurahan Loktuan Bontang Utara, Kota Bontang, Kahar Muzakkir, membantu pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah  (UMKM) lokal Bontang melalui ekosistem digital. Hal tersebut dilakukannya untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berkembang.

Dorongan untuk menghadirkan wadah bagi pelaku UMKM ini berangkat dari pilihan hidupnya untuk menjadi pengusaha, ketimbang menjalani profesi sesuai bidang ilmu yang dimiliki. Bahkan menurut Kahar, menjadi pengusaha merupakan jalan hidup yang diimpikannya, dan telah dirintis sejak bangku perkuliahan.

“Saya bersama beberapa teman kemudian mendirikan startup digital di bidang edukasi bisnis melalui Games pada 2016, sekaligus membangun jaringan informasi perkotaan yang berisi tentang kemacetan, banjir hingga kebakaran,” ujar Kahar.

Selain menekuni bisnis, sepanjang 2017 Kahar juga aktif berbagi pengalaman melalui program Google Gapura Digital, yang digagas Google untuk membantu pengembangan UMKM go Digital. Kahar turut membimbing 200 lebih UMKM Kota Surabaya setiap pekan, agar para pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi untuk meningkatkan potensi penjualan secara digital.

“Jadi kami membimbing pelaku UMKM untuk memanfaatkan fitur yang ada di Google guna meningkatkan potensi usaha, sehingga mereka tak hanya berjualan atau promosi secara offline tapi juga online,” kata Kahar.

Akhir 2018, Kahar diminta pulang kampung ke Bontang oleh orang tuanya untuk menjalani karir secara profesional. Melihat kecenderungan masyarakat yang merubah kebiasaan belanja langsung menjadi transaksi online selama pandemi, akhirnya dimanfaatkan Kahar dengan menghadirkan standar pelayanan prima melalui jasa kurir lokal dengan nama Bontang Ojek (Bonjek).

Melalui gagasan ini, Kahar pun mampu mengakomodasi puluhan masyarakat mendapatkan pekerjaan baru sebagai kurir Bonjek, untuk jasa pengantaran dari rumah ke rumah maupun pesan antar berbagai kebutuhan masyarakat dengan ribuan order setiap bulan.

Para pelaku usaha kecil rumahan pun akhirnya kembali bergeliat, karena tetap bisa menjual ragam produk secara online melalui media sosial, yang selanjutnya bisa diantarkan kepada pelanggan menggunakan jasa Bonjek. Selain memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat, kehadiran Bonjek juga untuk mensupport kebutuhan masyarakat saat pandemi termasuk usaha rumahan agar tetap produktif berjualan.

Hal ini kemudian menarik minat PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk berkolaborasi menghadirkan ekosistem digital bagi pelaku UMKM Bontang, agar kembali tumbuh dan berkembang pasca pandemi. Gagasan tersebut akhirnya dituangkan melalui inisiasi Komunitas Digital bertajuk Borneo pada awal 2022.

Kahar sebagai local heroes diamanahkan PKT membentuk suatu wadah yang bisa mengakomodasi lebih banyak pelaku UMKM lokal, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk sarana promosi dan penjualan yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Melalui pembinaan PKT, akhirnya terbentuk marketplace Borneo Online Store (Borneos.co), yang memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM menjual produk sekaligus masyarakat untuk mengakses berbagai kebutuhan dalam satu wadah. Untuk mengakses Borneos.co, pelanggan juga tak perlu menginstal aplikasi di smartphone, karena marketplace yang dihadirkan berbasis website.

“Dengan pembinaan PKT, kini Borneos.co sudah memfasilitasi ratusan UMKM lokal dengan berbagai produk didalamnya,” ungkap Kahar.

Borneos.co sebagai suatu ekosistem digital tak hanya mewadahi penjualan dan promosi, tapi juga membekali pelaku usaha kemampuan berbisnis secara online melalui berbagai pembinaan, untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Para pelaku UMKM yang bergabung di Borneos.co dibekali berbagai kemampuan untuk pengembangan bisnis, mulai dari tata cara foto produk yang menarik, cara memasarkan lewat sosial media hingga dasar-dasar bisnis seperti menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), membuat laporan keuangan, serta cara memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

“Bekal ini yang terus kami berikan bagi pelaku UMKM lokal, sehingga daya saing dan penjualan produk semakin meningkat dengan memaksimalkan fitur digital yang tersedia,” jelasnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

39 mins ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

1 hour ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

2 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

3 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

3 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

4 hours ago