Nasional

Ini Dia 7 Menteri Prabowo Berkinerja Terbaik di 100 Hari Pertama versi Survei Indikator

Jakarta – Survei Evaluasi Publik Atas Kinerja 100 Hari Presiden Prabowo Dan Kabinet Merah Putih yang dirilis Indikator Politik Indonesia mengungkap ada tujuh menteri dinilai memiliki kinerja paling baik. Dua teratas ada nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Dilihat Infobanknews, 28 Januari 2025, dalam kategori menteri berkinerja baik berdasarkan top of mind responden, Sri Mulyani mendapatkan posisi pertama dengan raihan 11,4 persen. Bendahara negara tersebut dibuntuti Erick yang memperoleh 11,2 persen.

Baca juga: Survei Indikator: 81,7 Persen Gen Z Puas dengan Kinerja 100 Hari Presiden Prabowo

Kemudian, di peringkat ketiga ada nama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ketua Partai Demokrat ini mendapatkan angka sebesar 4,8 persen.

Di bawah AHY, ada nama lainnya, yakni Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau Mayor Teddy (3,7 persen) dan Menteri Agama Nasaruddin Umar (3,1 persen). Terakhir, ada nama Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (1,6 persen).

Berikut Daftar 7 Menteri Presiden Prabowo dengan Kinerja Terbaik

  1. Sri Mulyani (Menteri Keuangan): 11,4 persen
  2. Erick Thohir (Menteri BUMN): 11,2 persen
  3. Agus Harimurti Yudhoyono (Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan): 4,8 persen
  4. Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet): 4,0 persen
  5. Nasaruddin Umar (Menteri Agama): 3,1 persen
  6. Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian): 2,7 persen
  7. Yusril Ihza Mahendra (Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan): 1,6 persen.
Baca juga: Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi RI Stagnan 5 Persen pada 2024

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada periode 16-21 Januari 2025. Adapun populasi survei merupakan seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Sampel survei dipilih melalui metode multistage random sampling sebanyak 1.220 responden yang terdiri dari 49,9 persen laki-laki, dan 50,1 persen perempuan. Sementara itu, toleransi kesalahan survei diperkirakan kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dan asumsi simple random sampling. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

11 mins ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

13 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

2 hours ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

2 hours ago