Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 akan lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal III 2025 yang tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Kami perkirakan bahwa di triwulan IV (2025) ini pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi,” ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, dikutip, Kamis, 13 November 2025.
Perry menyatakan, optimisme tersebut didasari oleh berbagai program stimulus fiskal yang diberikan pemerintah menjelang akhir tahun, termasuk paket stimulus ekonomi senilai Rp46,23 triliun.
Sebagaimana diketahui, stimulus tersebut mencakup paket kebijakan ekonomi 8+4+5 dengan total anggaran Rp16,23 triliun, ditambah dengan stimulus tambahan sebesar Rp30 triliun.
Baca juga: Pemerintah Kucurkan Stimulus Tambahan Rp30 Triliun untuk BLT dan Program Magang
Selain itu, tambah Perry, pemerintah juga terus menjalankan sejumlah proyek prioritas nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar tetap sesuai target 2025 di kisaran 5,2 persen.
“Sejalan dengan ekspansi stimulus fiskal yang lebih cepat dan juga berjalannya proyek-proyek pemerintah termasuk juga paket kebijakan ekonomi pemerintah 2025 termasuk bantuan sosial yang akan disalurkan pada triwulan IV 2025,” pungkasnya.
Perry menyebutkan, hingga akhir 2025 BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,1 persen, atau titik tengah dari proyeksi 4,7–5,5 persen.
“Secara keseluruhan kami perkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 ini adalah kisarannya 4,7 sampai 5,51 persen dan itu saja titik tengahnya adalah sedikit di atas titik tengah 5,1 persen dan akan meningkat pada tahun 2026,” tandasnya.
Baca juga: Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen, Lebih Baik dari Tahun Lalu
Selain stimulus fiskal, kinerja ekonomi domestik hingga triwulan III juga menunjukkan hasil positif. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan ekspor, konsumsi, dan investasi dalam negeri.
“Pertumbuhan ekonomi nasional sampai dengan triwulan III dan juga triwulan IV ini berjalan baik. Satu karena memang ada pola ekspor yang tumbuh lebih cepat karena kecenderungan para eksportir mengekspor terutama ke Amerika lebih cepat istilahnya adalah front loading sebelum implementasi tarif dan juga masih cukup kuatnya investasi dan konsumsi di dalam negeri meskipun memang harus kita terus dorong,” paparnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More