Teknologi

Ini Ciri-Ciri Aplikasi yang Sudah Cloud Ready

Jakarta – Aplikasi perbankan di masa digital harus siap menerapkan layanan public cloud atau cloud ready untuk merespon kebutuhan pasar. Arief Pribadi, Technical Director Nutanix Indonesia mengungkapkan ada 4 ciri-ciri aplikasi yang sudah siap menerapkan layanan public cloud.

“Karateristik pertama, culturenya harus DevOps. Budaya pengembangan software dan operasional aplikasi harus bersinergi dan berjalan berkesinambungan,” jelas Arief dalam sebuah diskusi virtual bertema ‘The Importance of Hybrid Could Enhancing Banking Services’.

Kemudian, karateristik kedua adalah otomasi. Aplikasi yang dikembangkan harus mampu mengotomasi proses bisnis, sehingga meningkatkan efisiensi. Pada karateristik ketiga, aplikasi cloud ready umumnya berada dalam kontainer yang kecil, atau aplikasi yang berukuran 10-500 MB. Dengan kontainer yang kecil, aplikasi akan lebih mudah untuk dibuat dan dioperasikan.

Karateristik terakhir bagi aplikasi cloud ready adalah arsitektur layanan mikro. Setiap aplikasi, terdiri dari layanan-layanan yang terkumpul menjadi satu, terkoneksi melalui application programming interface (API), dan independen. Sehingga, pengembangan layanan akan mengikuti keinginan atau minat dari pasar. 

“Cloud service ini aplikasi baru yang benefitnya bagi bisnis adalah pengembangan software yang sangat cepat. Teknologi yang menggunakan layanan mikro akan lebih agile, lebih gesit dalam merespon kebutuhan bisnis,” kata  Arief.

Untuk itu, setiap pelaku industri jasa keuangan perlu mulai menerapkan aplikasi cloud ready dan teknologi public cloud dalam layanannya. Selain mampu mengakselerasi bisnis,  pemanfaatan layanan-layanan public cloud  mampu menambah efisiensi biaya dan mempercepat proses digitalisasi. (*) Evan Yulian Philaret

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

57 mins ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

7 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

7 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

8 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

10 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

12 hours ago