Keuangan

Ini Cara Prudential Tingkatkan Literasi Keuangan di Dunia Pendidikan

Jakarta – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) melanjutkan pengenalan Kurikulum Cha-Ching pada instansi pendidikan di Jabodetabek, untuk membantu menanamkan keterampilan pengelolaan uang dasar. Cha-ching adalah program yang mengenalkan dan mengajarkan pengelolaan keuangan bagi anak-anak berumur 7 – 12 tahun untuk dapat paham literasi keuangan.

Program Prudential Indonesia ini juga sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 76 tahun 2016, untuk mengimplementasikan pendidikan keuangan pada masyarakat Indonesia. Dasar pengajaran dari Kurikulum Cha-Ching ini adalah untuk menanamkan empat konsep utama dalam pengelolaan uang, yaitu Memperoleh (Earn), Menyimpan (Save), Membelanjakan (Spend), dan Menyumbangkan (Donate) dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo mengatakan, Kurikulum Cha-Ching ini jugga sejalan dengan studi dari University of Cambridge yang mengungkapkan bahwa anak-anak mulai membentuk kebiasaan finansial sejak usia 7 tahun. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan pemahaman dasar mengenai keuangan sejak usia tersebut. Di mana pendidikan keuangan sejak dini sangat penting untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya nilai uang.

“Sesuai dengan fokus “We DO Good” yang dicanangkan Prudential di awal tahun, kami terus berkomitmen untuk mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat Indonesia, terutama anak-anak di tingkat sekolah dasar, salah satunya melalui program Cha-Ching,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

Dirinya mengungkapkan, Prudential Indonesia memahami bahwa inisiatif yang dijalankan oleh perusahaan ini tak lain untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pada anak membutuhkan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak terkait untuk memperluas manfaatnya. Oleh karena itu, Prudential Indonesia senang karena program ini dapat diterima dengan baik oleh para pemangku kepentingan perusahaan baik di Sidoarjo maupun Jakarta.

Pada tahun 2018, Kurikulum Cha-Ching telah diperkenalkan di 221 sekolah di Jakarta dengan capaian 14.062 murid dan 466 guru. Hingga tahun 2020 mendatang, Cha-Ching ditargetkan dapat menjangkau 92.000 siswa di 1.546 sekolah di Jakarta. Sebagai kelanjutan dari upaya Prudential memperkenalkan Kurikulum Cha-Ching di Indonesia, Prudential Indonesia menyelenggarakan “Workshop Kurikulum Cha-Ching bersama Sahabat Cha-Ching” di Jakarta pada Juli 2018.

Melalui kegiatan tersebut, Prudential Indonesia ingin merangkul perwakilan komunitas edukasi di Jakarta dan sekitarnya, untuk terus bekerja sama meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai literasi keuangan.“Kami berharap, kelanjutan dari pengenalan program Kurikulum Cha-Ching di Indonesia mampu memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesadaran masyarakat terutama anak-anak terhadap pentingnya pengelolaan keuangan,” ucap Nini.

Di tempat yang sama, Executive Director Prudence Foundation Marc Fancy mengatakan, bidang pendidikan mempunyai peran yang sangat fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia. Dengan populasi golongan menengah dunia yang diperkirakan akan naik dari 1,8 miliar di 2009 menjadi 4,9 miliar di 2030, di mana 66% diantaranya berasal dari Asia. Peningkatan inklusi keuangan yang cukup pesat, adalah suatu keharusan untuk membekali diri dengan pengetahuan dan pemahaman tentang keuangan.

“Misi kami adalah menjamin masa depan komunitas kami di wilayah Asia termasuk di Indonesia dengan memajukan bidang pendidikan, kesehatan dan keselamatan,” paparnya.

Implementasi kurikulum Cha-Ching merupakan kelanjutan dari upaya Prudential Indonesia untuk memperkenalkan program edukasi keuangan untuk anak. Prudential Indonesia pertama kali memperkenalkan Cha-Ching di tahun 2012. Hingga kini, kurikulum Cha-Ching telah diimplementasikan di 602 sekolah di Sidoarjo dan menjangkau lebih dari 29.000 siswa Sekolah Dasar dan sekitar 969 guru. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

8 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

9 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

12 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

15 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

20 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

20 hours ago