Counter OCBC NISP; Ditopang IT mumpuni. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC NISP) mengalokasikan Rp200 miliar dari belanja modal tahun depan untuk kebutuhan teknologi informasi (IT).
Division Head Consumer Strategy & Marketing OCBC NISP, Andreas Kurniawan menjelaskan, bahwa belanja IT akan digunakan beberapa kebutuhan. “Chip migration (kartu debit), core banking new generation, peremajaan ATM,” tukasnya di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015.
Terkait dengan infrastruktur migrasi kartu debit dari teknologi magnetic stripe ke chip sendiri, diakuinya sudah siap hampir 100% dari sisi infrastruktur ATM dan EDC. Andreas menekankan, bahwa OCBC NISP siap menjalankan teknologi ini kapanpun Bank Indonesia memerintahkan.
Sementara dari sisi jumlah ATM, perseroan mengambil strategi tidak melakukan penambahan. OCBC NISP, klaim Andreas, hanya akan melakukan peremajaan ATM karena menilai jumlah di kisaran 750-1.000 unit sudah cukup untuk mendukung bisnis perseroan.
“Sisanya (penggunaan ATM) dari jaringan network (ATM Bersama dan Prima) kan lebih efisien buat kita,” ucapnya.
OCBC NISP bakal melakukan peremajaan 105 unit ATM-nya pada tahun 2016, dan 100 unit ATM lagi pada tahun 2017. “Peremajaan kita lihat (ATM) di usia lebih dari 8 tahun, makin tua makin rewel, fungsi juga ditambah, memori lebih besar,” papar Andreas.
Sedangkan hal yang paling utama dari pengeluaran IT dinilainya adalah untuk perubahan sistem core banking generasi terbaru sehingga semua proses transaksi pun layanan kepada nasabah bisa berjalan lebih cepat. Termasuk untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi dari sisi keamanan.
“Untuk transaksi kita tingkatkan security sesuai dengan standar internasional, jadi bisa transaksi tidak hanya di dalam tapi luar negeri juga. Kita sudah implementasi realtime alert, setiap transaksi (di atas Rp250 ribu) langsung dapat SMS alert,” tutup Andreas. (*) Paulus Yoga
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More