Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau telah mengalami trading halt atau penurunan hingga 5,02 persen ke level 6.146,91 dari dibuka pada posisi 6.458,66 menjelang penutupan perdagangan sesi I hari ini (18/3).
Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas, Reydi mengatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang memicu kondisi tersebut. Salah satunya para investor yang wait and see terhadap keputusan suku bunga acuan The Fed (FFR).
Suku bunga The Fed diprediksi akan kembali ditahan pada level 4,25-4,5 persen untuk pertemuan FOMC Meeting yang akan dilaksanakan pada 19 Maret 2025.
“Artinya investor akan lebih senang untuk mengamankan dananya di instrumen investasi low risk yang masih menawarkan return yang tinggi karena suku bunga masih tinggi,” ucap Reydi dikutip 18 Maret 2025.
Baca juga: Pasar Saham RI Gelap: Longsor Besar dan Dibekukan Sementara
Reydi menambahkan, kekhawatiran investor akan berlanjut pasca keputusan suku bunga The Fed akibat kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, ada kabar potensi tarif tambahan setelah pengumuman suku bunga The Fed besok.
Tidak hanya itu, investor asing juga tercatat masih terus melakukan net foreign sell atau penjualan bersih sebesar Rp848 miliar, yang didominasi oleh penjualan di sektor perbankan besar.
Baca juga: Cek! Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 Selama Sepekan
Dari sisi domestik, Reydi menyebut beberapa hari lalu hingga pagi ini terdapat isu mengenai pemberitaan bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani akan mengundurkan diri. Kabar ini semakin santer didengar, namun sudah ada sanggahan walau belum resmi.
“Untuk Sri Mulyani, rasanya ada pengaruh tapi lebih konkretnya sepertinya karena data-data ekonomi tersebut, seperti suku bunga tidak turun besok dan kebijakan perdagangan AS,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More