Nasional

Ini Alasan Menkop Ferry Gandeng GP Ansor Sukseskan Program Kopdes Merah Putih

Poin Penting

  • Menkop gandeng GP Ansor lewat program Kopdes Merah Putih untuk atasi masalah listrik, internet, dan kemiskinan desa.
  • Kopdes ditargetkan capai 80.000 unit, sebagai solusi ekonomi struktural dan penggerak ekonomi Pancasila.
  • Koperasi desa akan kelola sektor strategis, didampingi 8.000 Business Assistant untuk percepatan transformasi.

Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk mempercepat penyelesaian berbagai masalah mendasar di desa, seperti keterbatasan listrik, akses internet, dan kemiskinan dan lain sebagainya.

Menurutnya, pembangunan ekonomi desa tidak bisa dijalankan oleh pemerintah sendiri. Dalam hal ini, GP Ansor dinilai sebagai mitra strategis pemerintah yang potensial untuk diberdayakan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.

“Saya mengajak GP Ansor untuk turun langsung membantu menyelesaikan persoalan desa, mulai dari listrik, air bersih, hingga kemiskinan. Koperasi adalah wadah terbaik untuk itu,” ujar Ferry, dalam Simposium Gerakan Ekonomi Rakyat yang digelar oleh GP Ansor dengan tema "Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong Di Desa-Desa di Bandung, Minggu, 19 Oktober 2025.

Baca juga: Menkop Ferry Dorong Swasta Dukung Kopdes Merah Putih Lewat Dana CSR

Ferry menyoroti masih banyaknya desa yang belum teraliri listrik maupun akses internet sebagai bukti bahwa pembangunan belum merata.

“Masih ada ribuan desa tanpa listrik dan belasan ribu desa tanpa internet. Setelah 80 tahun merdeka, ini harus menjadi panggilan moral bagi kita semua untuk bergerak,” tegasnya.

Sebagai upaya menyelesaikan permasalahan mendasar tersebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk GP Ansor, untuk membangun pembangkit listrik mini hidro ataupun pembangkit listrik tenaga surya skala kecil yang kemudian nantinya dikelola oleh koperasi desa.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat elektrifikasi desa dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.

Kopdes Merah Putih: Solusi Ekonomi Struktural

Selain persoalan energi, Ferry juga menegaskan pentingnya Kopdes/Kel Merah Putih dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi desa. Program ini diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja, memperpendek rantai distribusi, serta menekan harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi solusi bagi persoalan ekonomi struktural di desa. Dengan koperasi, harga di tingkat petani bisa naik, sementara harga di konsumen bisa turun,” jelasnya.

Baca juga: Menkop Sampaikan Update Percepatan Pembangunan Gudang dan Gerai Kopdes Merah Putih

Ferry kembali menegaskan bahwa program Kopdes/Kel Merah Putih merupakan mandat langsung dari Presiden RI, dengan target pembentukan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Program ini bukan sekadar proyek pemerintah, tetapi sebuah gerakan nasional untuk membalikkan sistem ekonomi agar kembali ke arah ekonomi Pancasila.

“Presiden ingin mengembalikan arah kebijakan ekonomi dari yang liberal dan kapitalistik menjadi ekonomi konstitusional, ekonomi Pancasila. Dan koperasi adalah soko guru perekonomian nasional,” tegasnya.

Page: 1 2

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

1 hour ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

2 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

3 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

3 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

3 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

4 hours ago