Dia mencontohkan, salah satu perusahaan Indonesia yang listing di Singapore Exchange yakni PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA). Selain itu ada pula PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang melantai di New York Stock Exchange (NYSE).
Tito menjelaskan, Telkom bisa listing di NYSE dengan menggunakan sertifikat American Depositary Receipts (ADR). Indonesia sendiri punya sertifikat serupa, yakni Indonesian Depositary Receipts (IDR). Namun perusahaan asing enggan lantaran harus tetap menjadi PT.
Baca juga: Pemegang Saham BEI Tunjuk Dua Komisaris Baru
“Kalau mau diganti UU Perseroan Terbatas. Karena yang terpengaruh banyak, UU Pasar Modal kena, UU Tenaga Kerja kena. Sekarang amandemen UU Pasar Modal saja belum diusulkan,” tukasnya.
Dia sendiri menargetkan kapitalisasi pasar bisa mencapai Rp6.500 triliun. Jika market caps tembus angka itu maka IHSG akan naik 15 persen menjadi 6.030. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting BCA menambah jaringan dari 1.242 cabang (2021) menjadi 1.270 cabang (Desember 2025) BCA… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More