Jakarta – PT Jamkrindo menjadi salah satu perusahaan pelat merah yang melakukan penanganan yang cukup cepat dan tanggap saat pandemi. Terbukti, hingga kini, belum ada kasus Covid-19 dikabarkan dari perusahaan tersebut.
Terkait mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan dan ancaman dari pandemi Covid-19, PT Jamkrindo fokus memberlakukan Business Continuity Management (BCM). BCM adalah manajemen holistik mulai dari menyiapkan langkah-langkah kebijakan, identifikasi risiko, struktur organisasi dan tanggungjawab, mekanisme kerja serta prosedur operasional dalam upaya pemulihan organisasi dan aktivitasnya.
“Pertama kali bergerak kira-kira 10 maret setelah ada kasus kita langsung, sudah bergerak, dan kita yang kita lakukan bagaimana kita menghidupkan tim dari BCM atau bisnis continuity management,” kata Direktur Utama PT Jamkrindo, Randi Antonio dalam acara diskusi secara virtual bertajuk ‘Jurus BUMN Hadapi New Normal’, Kamis (11/06/2020).
Sesuai rujukan dari Kementerian BUMN saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mayoritas karyawan PT Jamkrindo bekerja dari rumah.
“Kemudian kita atur dengan cepat bahwa pada awal mayoritas kita minta untuk bekerja dari rumah dan berikutnya, ketika keluar acuan dari kementerian BUMN yang relatif juga sudah jelas, ditambah protokol kesehatan dari departemen kesehatan, saya kira yang dikatakan oleh teman-teman BUMN itu semuanya sama, kita melakukan implementasi itu,” tambah Randi.
Lebih lanjut, Randi menjelaskan untuk mendukung pengelolaan karyawan dan proses bisnis dan tengah pandemi, dibutuhkan teknologi yang tepat. Dengan teknologi, bisa membantu perusahaan untuk mendigitalisasikan proses bisnis guna meminimalisir kontak langsung.
“Ada empat hal yang pertama kali yang kali kita sentuh bawah di peoplenya, di prosesnya, di teknologinya dan kemudian di bisnis continuity,” ujarnya.
Terkait mengontrol risiko penularan, PT Jamkrindo menggunakan teknologi employ self service, bisa guna mengatur absensi karyawan, dan monitoring harian.
“Kalo di kita employ self service, kita sudah menyiapkan mereka bisa kerja dengan aplikasi, mereka absen dari situ , mereka melaporkan semuanya relatif sudah bisa dilakukan dari aplikasi itu,” tutur Randi.
Randi menambahkan, meskipun sudah memasuki masa transisi dan new normal, PT Jamkrindo tetap waspada dengan perkembangan kondisi Covid-19. Perusahaan penjaminan itu melakukan rapid tes menggunakan metode acak pada seratus karyawan.
“Dari sisi protokol kesehatan saya kira semua sama sampai hari ini alhamdulillah tidak ada korban dari teman-teman di Jamkrindo dan monitorin terhadap pekerja, kita lakukan monitoring harian dari monitor self service itu, mereka bisa report dan hari ini pun kita melakukan rapid tes acak kepada seratus pekerja untuk memastikan,” lanjutnya.
Selain itu, Randi mengatakan pihaknya akan terus berupaya melakukan penjaminan metode baru sehingga dapat meningkatkan perekonomian selama new normal berlangsung.
“Kita berharap bahwa fungsi Jamkrindo untuk melakukan penjaminan dengan yang dengan baru ini pun bisa dapat menggerakkan perekonomian dengan cara bisnis yang baru dan cara interaksi yang baru,” pungkasnya.
Diketahui, PT Jamkrindo merupakan perusahaan penjaminan yang saat ini merupakan anggota holding Asuransi dan Penjaminan dengan induk holding PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia, PT Jamkrindo berkomitmen untuk senantiasa memberikan penjaminan bagi para mitra perbankan dan lembaga keuangan non bank. (*)
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More