Kunjungan Wisman ke RI Capai 1,20 Juta Orang
Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah memprioritaskan tujuh destinasi pariwisata terpilih. Dipilihnya tujuh destinasi ini diharapkan dapat meningkatkan investasi dengan menawarkan destinasi-destinasi tersebut ke para investor asing maupun domestik.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menyatakan, ketujuh destinasi prioritas tersebut di antaranya meliputi Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu & Kota Tua, Borobudur, dan Bromo-Tengger-Semeru.
Keenam destinasi terpilih tersebut akan dipertunjukan dalam kegiatan Regional Investment Forum (RIF) 2017 di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 15-17 Oktober 2017 mendatang.
Thomas menambahkan, Forum promosi investasi tersebut digelar oleh BKPM, dengan didukung Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia (BI), dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Destinasi pariwisata yang dipilih prospektif untuk dikembangkan investor. Kurang lebih 300 investor asing dan nasional mampu berinvestasi untuk pengembangan infrastruktur pariwisata,” ujarnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin 2 Oktober 2017.
Thomas menyatakan, pihaknya terus mendorong sektor pariwisata daerah guna membantu penanaman modal dapat tersebar ke daerah, agar investasi tidak hanya terpusat ke Pulau Jawa.
Sebagai data, pada realisasi investasi pariwisata semester I 2017, nilai realisasi investasi pariwisata mencapai 929,14 juta dollar AS atau Rp 12,4 triliun. Angka tersebut tumbuh 37 persen dari realisasi investasi pariwisata pada semester I tahun 2016.
Selain itu menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2017 mencapai 1,40 juta kunjungan atau naik 36,11 persen dibanding jumlah kunjungan pada Agustus 2016, yaitu sebesar 1,03 juta kunjungan. (*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More