Jakarta — Mantan Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya menilai, dalam menghadapi krisis ekonomi di masa pandemi covid-19, pemimpin perusahaan harus memiliki 6 strategi utama agar dapat bertahan pada masa krisis.
Elvyn mengatakan, pada strategi pertama yakni manajemen krisis yang bisa didapatkan dukungan dari karyawan, pelanggan, pemegang saham, regulator maupun publik.
“Manajemen krisis ini perlu sebagai landasan dalam menangani krisis di saat pelemahan ekonomi,” kata Elvyn pada acara diskusi dsn pelatihan Infobank Institute dengan tema Antisipasi Resesi Ekonomi: New Business Model Perbakan dan Duni Usaha ditengah Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis, 24 September 2020.
Strategi kedua, lanjut Elvyn ialah memberikan prediktabilitas serta mempersiapkan arah baru bagi perusahaan setelah pandemi. Hal ini juga sejalan dengan optimisme pemimpin membawa keberlangsungan bisnis. Strategi ketiga, terusnya, yakni strategi komunikasi yang harus terus ditingkatkan terutama komunikasi yang relevan dengan karyawan.
Sementara strategi keempat, pemimpin perushaaan harus menembus rintangan serta memastikan perusahaan siap menghadapi krisis. Tak hanya itu, Pemimpin juga harus melihat peluang baru yang tersembunyi dan mempersiapkan catatan persaingan, merevisi struktur keuangan
Strategi kelima, diungkapkan Elvyn, pemimpin harus berpikir seperti futuris atau peneliti agar menyiapkan rencana jangka panjang dan peta jalan untuk perusahaan melalui visi baru, strategi, taktik. Dan yang keenam, pemimpin harus membangun pasar penyeimbang dalam pertumbuhan yang tangguh. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 8.948,30 dengan nilai transaksi Rp33,54 triliun… Read More
Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More
Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More
Poin Penting Pemerintah telah menyetujui pengembangan ekosistem semikonduktor agar Indonesia mampu menyaingi Malaysia di industri… Read More
Poin Penting Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, melampaui target awal… Read More
Poin Penting BSI meluncurkan Lapak BSI di pasar tradisional untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan… Read More