BI; Otoritas moneter. (Foto: Erman)
Terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan sistem pembayaran yang lancar, efisien dan andal, dari sisi domestik. Ria Martati
Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai sistem pembayaran Indonesia masih menghadapi tiga tantangan di sisi domestik.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengungkapkan Tantangan pertama adalah penggunaan pembayaran berbasis elektronik di Indonesia yang masih lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya.
Tantangan kedua terkait dengan kondisi geografis Indonesia yang memerlukan tersedianya layanan jaringan telekomunikasi yang berkualitas untuk pemerataan layanan sistem pembayaran.
“Selanjutnya adalah pesatnya pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi yang mengandung risiko keamanan,” kata Agus di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2015.
Tindak kejahatan atau fraud transaksi online menurutnya dapat menimbulkan risiko hukum dan risiko reputasi bagi penyelenggara jasa sistem pembayaran. Oleh karena itu, perlindungan konsumen menjadi prioritas kita bersama.
“Sedangkan dari sisi regional, sebagai negara dengan sistem perekonomian terbuka, Indonesia perlu terus meningkatkan kepatuhan terhadap standar internasional di bidang sistem pembayaran,” tambahnya.
Selanjutnya, Agus menyatakan bahwa berbagai tantangan sistem pembayaran tersebut dapat dihadapi apabila koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah dan lembaga terkait telah terjalin dengan baik.
Oleh karena itu, Bank Indonesia bersama tiga Kementerian yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Telekomunikasi dan Informatika membentuk Forum Sistem Pembayaran Indonesia (FSPI).
Dalam implementasinya, FSPI akan melakukan serangkaian kegiatan baik dalam bentuk harmonisasi kebijakan, pengaturan maupun pelaksanaan program kerja bersama di bidang Sistem Pembayaran. (*)
@ria_martati
Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More
Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More