Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan secara virtual, Jumat, (9/1/2026). (Tangkapan layar YouTube Otoritas Jasa Keuangan: Khoirifa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diketahui akan melakukan proses pencalonan dan pemilihan jajaran Direksi baru seiring berakhirnya masa jabatan Direksi periode 2022-2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa proses pemilihan jajaran Direksi BEI merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia.
“Harapan kami ya proses tersebut dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan prosedur dan juga ketentuan yang berlaku dan juga accountable ya,” ujar Inarno dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.
Baca juga: OJK Terima 303 Permintaan Sandbox, 1 Peserta Tak Lolos Uji Coba
Tentunya untuk jajaran Direksi BEI ke depan, Inarno menegaskan perlunya penguatan sejumlah agenda strategis. Salah satu fokus utama adalah peningkatan integritas pasar dan perlindungan investor.
Langkah tersebut termasuk melalui pengawasan perdagangan yang lebih efektif guna memitigasi praktik perdagangan yang tidak wajar, sekaligus menjaga pasar tetap adil dan transparan.
Agenda strategis kedua yang disoroti OJK adalah pendalaman pasar modal. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan sisi penawaran dan permintaan, termasuk inovasi produk dan peningkatan aktivitas pasar.
“Kedua tentunya itu adalah mendorong pendalaman pasar. Melalui pengembangan baik dari sisi supply maupun demand ya. Melalui pengembangan produk ya, lighthouse IPO, peningkatan likuiditas melalui free flow dan juga peningkatan jumlah investor khususnya investor institusi domestik maupun global tentunya ya,” imbuhnya.
Baca juga: OJK Blokir 31.382 Rekening Terindikasi Judi Online
Adapun, poin ketiga yang harus dilakukan adalah memperkuat ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber.
Mengingat semakin digitalnya proses perdagangan atau transaksi di pasar modal Indonesia tentunya ketahanan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber ini menjadi hal yang sangat penting.
“OJK akan terus berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin dalam, efisien, berintegritas, dan juga tangguh,” tutupnya.
Sebagai informasi, susunan Direksi BEI periode 2022–2026 saat ini terdiri atas:
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Defisit APBN 2025 tercatat 2,92 persen dari PDB, melebar dari target 2,53 persen,… Read More
Poin Penting Bank Muamalat menegaskan isu dana nasabah hilang tidak benar, karena video viral terkait… Read More
Poin Penting Utang paylater perbankan mencapai Rp26,20 triliun per November 2025, tumbuh 20,34 persen (yoy)… Read More
Poin Penting OJK membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah untuk mendorong pertumbuhan… Read More
Poin Penting KPK menetapkan Gus Yaqut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,13 persen ke level 8.936,75, dengan transaksi mencapai… Read More