Nasional

Ingin Lolos PPDB Jakarta 2024? Berikut 6 Tips Jitunya

Jakarta – Penerimaan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jakarta jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan PPDB bersama dibuka hari ini, Senin (10/6).

Dinukil laman resmi ppb.jakarta.go.id, pada tahapan ini calon peserta didik baru akan melakukan pendaftaran dan pemilihan sekolah.

Tentu saja, akan banyak calon peserta didik baru yang juga mendaftar PPDB 2024 secara daring. Bahkan, pada hari pertama pendaftaran, server PPDB untuk jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Depok, Jawa Barat sempat down.

Baca juga: Pendaftaran PPDB Jakarta 2024 Dibuka, Berikut Link, Cara Daftar dan Pemilihan Sekolahnya

Bagi peserta PPDB Jakarta 2024 yang menginginkan lolos ke sekolah negeri favorit, berikut tips lolos PPDB Jakarta 2024 seperti dilansir hypeabis.id, Senin, 10 Juni 2024.

Tips Lolos PPDB Jakarta 2024

1. Daftar Akun PPDB Online

Tips pertama yang harus dilakukan pendaftar adalah membuat akun dengan memakai NIK pada halaman PPDB Online.

Pilihlah jalur pendaftaran yang dibuka, lalu unggah dokumen yang diperlukan. Jika sudah diunggah, maka secara otomatis pihak sekolah tujuan akan melakukan verifikasi.

2. Lengkapi Dokumen Persyaratan PPDB

Di sini, Anda harus melengkapi berbagai syarat dokumen pendukung. Untuk jenjang SMP misalnya harus menggunggah Kartu Keluarga, Nilai Rapor Kelas 4 (Semester 1 dan 2), Kelas 5 (Semester 1 dan 2), dan Kelas 6 (Semester 1), Sertifikat Akreditasi Sekolah, Surat Keterangan Peringkat Rerata Nilai Rapor Peserta Didik dari Sekolah, Sertifikat Prestasi Akademik, Sertifikat Prestasi Non Akademik, Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) Keabsahan Dokumen.

Lalu, untuk untuk jenjang SMA/SMK siapkan dokumen seperti Kartu Keluarga, nilai rapor kelas 7 (Semester 1 dan 2), Kelas 8 (Semester 1 dan 2), dan Kelas 9 (Semester 1), Sertifikat Akreditasi Sekolah, Surat Keterangan Peringkat Rerata Nilai Rapor Peserta Didik dari Sekolah.

Baca juga: Cek Lagi! Berikut Persyaratan dan Dokumen Penting Daftar CPNS 2024, Jangan Sampai Terlewat

Selain itu, sertifikat Prestasi Akademik dan Non Akademik, Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Susunan Pengurus OSIS/MPK, Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Susunan Pengurus Ekstrakurikuler, Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) Keabsahan Dokumen.

3. Memahami Mekanisme PPDB

Pastikan Anda mengetahui mekanisme PPDB di daerah tempat tinggal. Misalnya saja, mendaftar sesuai dengan jalur yang dipilih, seperti Zonasi, Afirmasi, Prestasi, atau Perpindahan Orang Tua. 

Anda juga harus memahami persyaratan dan prosedur setiap jalur tersebut. Catat tanggal-tanggal penting seperti jadwal pendaftaran, pengumuman hasil seleksi, dan daftar ulang.

4. Pahami Strategi Jalur Zonasi

Tips selanjutnya yakni memahami strategi jalur zonasi. Sesuai aturan, prioritas penerimaan sendiri ditentukan berdasarkan pada jarak tempat tingal peserta ke sekolah.

Artinya, Anda harus memilih daftar sekolah yang berada di sekitar tempat tinggal. Jika ada peringkat akhir yang sama dengan kuota yang tersedia, maka pendaftar siswa lebih tua bakal mendapatkan prioritas untuk diterima.

5. Pahami Strategi Jalur Afirmasi

Pada dasarnya, jalur afirmasi diperuntukan bagi siswa pendaftar yang menerima program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah. 

Apabila Anda mendaftar melalui jalur afirmasi, maka pastikan mempunyai dokumen pendukung seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau Kartu Jaminan Sosial (dengan bukti surat keterangan dari dinas sosial kab/kota).

6. Strategi Jalur Prestasi

Adapun pada jalur prestasi ini, prioritas penerimaan bakal ditentukan berdasarkan penjumlahan nilai prestasi, termasuk nilai raport dan bobot nilai prestasi dari kejuaraan yang pernah diraih. 

Di sini, Anda dapat menyertakan pelbagai sertifikat prestasi akademik dan non-akademik lain. Artinya, buat semenarik dan terbaik mungkin portofolio Anda untuk menunjukkan prestasi ekstrakurikuler yang pernah diikuti. (*)

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

2 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

3 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

3 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

4 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

4 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

7 hours ago