Ilustrasi: Tips mengelola keuangan. /isitmewa
Jakarta – Menua bersama pasangan hidup, menjadi impian banyak pasangan. Namun perjalanan untuk menuju kesana, tidak semudah itu. Artinya, harus ada komitmen dan saling support bersama pasangan.
Baik laki-laki maupun perempuan harus paham betul mengenai keuangan, jangan saling mengandalkan pasangan. Kita tidak pernah tahu kapan menutup mata, maka harus dipastikan pasangan yang ditinggalkan memiliki life skill soal keuangan, terutama ketika harus hidup sendiri.
Terlebih bagi perempuan, buktikan bahwa perempuan itu tangguh dan juga paham mengenai keuangan, tidak kalah dengan laki-laki.
Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Dimas Ardhinugraha menjelaskan, dengan usia yang tak pasti batasnya, seseorang perlu memiliki bekal pensiun yang tak akan habis.
Baca juga: Baru Menikah? Intip 4 Tips Mudah Kelola Keuangan bagi Pasangan Moderen
“Berapa besarnya? 25 kali biaya hidup setahun. Jadi misalnya biaya hidup yang kita inginkan di masa pensiun adalah Rp10 juta sebulan, atau Rp120 juta setahun, maka bekal pensiun yang cukup adalah Rp3 miliar,” katanya, dikutip Jumat, 7 Juni 2024.
Menurutnya, jika Rp3 miliar ini didepositokan dengan bunga 4% per tahun, maka hasilnya adalah Rp120 juta setahun, atau Rp10 juta sebulan. Sesuai rencana kan?
“Dengan bekal pensiun yang cukup ini, kita dapat menikmati bunganya untuk hidup sehari-hari tanpa pernah perlu mengurangi pokok simpanan kita. Artinya arus kas pensiun kita akan tersedia selamanya,” jelasnya.
Dimas juga mengungkapkan, besaran pokok yang diperlukan untuk menyokong hidup di masa pensiun memang terasa sangat besar. Akan tetapi ini adalah fakta yang harus kita hadapi.
Sebab kata dia, tidak pernah ada kata terlambat untuk menyiapkan itu, sebaliknya semakin lama kita menunda, maka semakin besar dana setiap bulan yang harus disiapkan.
Baca juga: Catat! 5 Tips Pengelolaan Keuangan untuk Pasutri yang Lagi LDR
Ia menjelaskan, banyak pilihan instrumen investasi yang bisa dipilih. Reksa dana bisa menjadi salah satu opsi. Selain modal awal yang tidak besar, investasi di reksa dana bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun (secara online).
Investasi di reksa dana, waktunya juga akan lebih fleksibel. Bagi yang tidak memiliki waktu untuk menganalisa aset, sudah ada manajer investasi yang akan melakukan tugas mengelola investasi.
“Dan yang tak kalah penting, reksa dana itu likuid dan tidak ada penalti. Dana yang dicairkan akan masuk ke rekening tabungan nasabah dalam waktu yang telah ditetapkan dalam prospectus,” terangnya.
Ia menyarankan, lakukanlah investasi secara regular dan melakukan diversifikasi portofolio, disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu dan profil risiko masing-masing.
“Dengan demikian, diharapkan risiko keseluruhan portofolio terjaga sementara hasil investasi semakin mendekati tujuan yang dicanangkan. Mari capai tujuan keuangan demi menikmati waktu menua bersama pasangan habiskan waktu bersama keluarga tersayang,” pungkasnya. (*)
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More