“Faktanya survei mengenai investasi selalu yang membuat Indonesia kurang menarik itu selalu muncul, disebabkan infrastruktur kita tertinggal,” papar Bambang yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Baca juga: Butuh USD70-80 Miliar untuk Investasi Infrastruktur Gas
Dengan keadaan itu, Bambang menekankan, investor yang berani masuk ke Indonesia harus menganggarkan dana investasi yang lebih besar. Sebab investor harus mendukung infrastruktur yang sangat minim di daerah investasi yang mereka sedang jalankan atau lagi ditargetkan.
“Mereka harus tambah capex (belanja modal) untuk tambah investasi infrastruktur. Bangun pabrik harus ada genset agar listrik stabil. Genset saja mahal sekali operasinya, dan harus dibeli. Itu lebih mahal bila dibanding tarif listrik dengan harga normal,” tegas Bambang. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Perusahaan didorong merombak arsitektur data center agar lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman,… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Saham BBTN menguat 3,27 persen ke Rp1.265, menjadi bank BUMN dengan kenaikan year… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More
Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More
Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More