“Faktanya survei mengenai investasi selalu yang membuat Indonesia kurang menarik itu selalu muncul, disebabkan infrastruktur kita tertinggal,” papar Bambang yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Baca juga: Butuh USD70-80 Miliar untuk Investasi Infrastruktur Gas
Dengan keadaan itu, Bambang menekankan, investor yang berani masuk ke Indonesia harus menganggarkan dana investasi yang lebih besar. Sebab investor harus mendukung infrastruktur yang sangat minim di daerah investasi yang mereka sedang jalankan atau lagi ditargetkan.
“Mereka harus tambah capex (belanja modal) untuk tambah investasi infrastruktur. Bangun pabrik harus ada genset agar listrik stabil. Genset saja mahal sekali operasinya, dan harus dibeli. Itu lebih mahal bila dibanding tarif listrik dengan harga normal,” tegas Bambang. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More