Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Dalam perdagangan hari ini (4/5) nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup pada level 15.100/US$ atau melemah 218 point bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, rilis inflasi RI dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang rendah membuat investor berasumsi bahwa daya beli masyarakat Indonesia rendah.
“Rendahnya inflasi tersebut menjadi salah satu indikasi penurunan daya beli masyarakat yang menurun, akibat banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta penerapan PSBB di beberapa wilayah Indonesia,” kata Ibrahim di Jakarta, Senin 4 Mei 2020.
Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri telah merilis pada April 2020 terjadi inflasi sebesar 0,08%. Adapun secara tahunan inflasi berada di 2,67%. Dari 90 kota, BPS melaporkan 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota terjadi deflasi.
“Pergerakan inflasi ini tidak biasa dengan pola sebelumnya, tahun lalu masuk Ramadan dan jatuh pada Mei inflasi meningkat tahun ini justru melambat,” kata Kepala BPS Suhariyanto.
Lebih lanjut Ibrahim memandang situasi Covid-19 ini menyebabkan pola ekonomi yang tidak biasa. Permintaan yang harusnya meningkat apalagi memasuki bulan puasa dan Idul Fitri malah cenderung menurun.
Sebagai informasi saja, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (4/5) kurs rupiah berada pada posisi 15.073/ US$ terlihat menguat dari posisi 15.157/US$ pada perdagangan Kamis kemarin (30/4). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More
Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More
Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More