Jakarta – Inflasi pedesaan menjadi salah satu faktor penentu inflasi nasional. Hingga Februari 2016, inflasi pedesaan tercatat mencapai 0,09%, atau mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya indeks pada lima kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT).
Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,50%.
Dari total 33 provinsi, sebanyak 22 provinsi mengalami inflasi pedesaan, 10 provinsi mengalami deflasi pedesaan dan 1 provinsi relatif stabil.
Inflasi pedesaan tertinggi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni sebesar 0,61%. Sebaliknya, deflasi pedesaan tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Barat, yakni sebesar 0,61%.
Sementara, provinsi yang tercatat relatif stabul atau tidak mengalami perubahan indesk adalah provisnsi Bengkulu.(*)
Poin Penting Investor asing mencatat net foreign sell Rp1 triliun pada perdagangan Senin (26/1/2026), didominasi… Read More
Poin Penting DPR RI resmi mengesahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,23 persen ke level 8.955,04 pada perdagangan 27 Januari 2026,… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis di level Rp16.780 per dolar AS, meski pergerakannya masih… Read More
Poin Penting Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian kompak naik pada Selasa, 27 Januari 2026;… Read More
Poin Penting Fraud pindar sulit dideteksi pengawas karena adanya asimetri informasi antara lender dan borrower… Read More