Jakarta – Inflasi pedesaan menjadi salah satu faktor penentu inflasi nasional. Hingga Februari 2016, inflasi pedesaan tercatat mencapai 0,09%, atau mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya indeks pada lima kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT).
Kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,50%.
Dari total 33 provinsi, sebanyak 22 provinsi mengalami inflasi pedesaan, 10 provinsi mengalami deflasi pedesaan dan 1 provinsi relatif stabil.
Inflasi pedesaan tertinggi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, yakni sebesar 0,61%. Sebaliknya, deflasi pedesaan tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Barat, yakni sebesar 0,61%.
Sementara, provinsi yang tercatat relatif stabul atau tidak mengalami perubahan indesk adalah provisnsi Bengkulu.(*)
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More
Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More
Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More
Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More