Ilustrasi: Inflasi Oktober 2023 diramal mengalami kenaikan dibanding bulan lalu/istimewa
Jakarta – Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro memprediksi pada Oktober 2023 akan terjadi inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,39 persen secara bulanan (mtm), dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,19 persen.
“Headline inflation pada Oktober 2023 sebesar 0,39 persen, dibandingkan dengan September 2023 yang sebesar 0,19 persen,” kata Asmo dalam keterangannya, dikutip, Rabu 1 November 2023.
Baca juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1 Persen di Kuartal III 2023, Ini Penopangnya
Dia menjelaskan, penyebab inflasi salah satunya disumbang oleh harga beras yang melanjutkan kenaikan, meski tidak setinggi bulan lalu. Kenaikan harga beras ini menyumbang sebesar 4,49 persen mtm, yang pada September 8,13 persen.
Adapun komoditas lain yang menyumbangkan inflasi, yaitu cabai merah, dan cabai keriting yang akan meyumbang sebesar 18,7 persen mtm. Bulan sebelumnya, komoditas itu mencatatkan deflasi sebesar -8,13 persen.
“Pangan lain yang menyumbang inflasi, harga cabai merah dan keriting naik signifikan di Oktober, meski di bulan September masih deflasi,” ungkapnya.
Baca juga: Kenaikan Harga BBM Bisa Kerek Inflasi? Begini Jawaban BPS
Sementara itu, Asmo memproyeksikan inflasi IHK secara tahunan (yoy) akan berada di angka 2,79 persen, atau kembali naik jika dibandingkan dengan inflasi tahuhan di September 2023 sebesar 2,28 persen.
Kemudian, untuk core inflation atau inflasi inti pada Oktober 2023 akan mencapai 1,98 persen, menurun jika dibandingkan dengan September 2023 yang sebesar 2 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More