Ilustrasi: Proyeksi inflasi Desember 2023/istimewa
Poin Penting
Jakarta – Tim Ekonom atau Office of Chief Economist (OCE) Group Bank Mandiri memperkirakan inflasi pada Maret 2026 akan sedikit melandai di tengah penurunan harga emas. Meski demikian tekanan harga pangan masih akan memengaruhi inflasi.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia akan mencatatkan inflasi sebesar 0,62 persen secara bulanan (mom) pada Maret 2026, sedikit melandai dari 0,68 persen (mom) dibandingkan Februari 2026.
“Perlambatan ini sebagian didorong oleh penurunan harga emas, meskipun kenaikan harga pangan selama Ramadan masih memberikan tekanan ke atas,” kata Andry, Selasa, 31 Maret 2026.
Baca juga: Prasasti Tekankan Ini ke Pemerintah RI di Tengah Tekanan Inflasi Akibat Perang AS-Iran
Sementara itu, secara tahunan, inflasi headline diproyeksikan turun menjadi 3,70 persen (yoy) dibandingkan 4,76 persen (yoy) pada Februari 2026, mencerminkan normalisasi dari efek basis rendah pada Februari 2025.
Kemudian, inflasi inti diperkirakan meningkat moderat menjadi 0,3 persen (mom), dibandingkan 0,42 persen pada Februari 2026.
Menurutnya, meskipun aktivitas Ramadan lebih kuat, serta penurunan harga emas sebesar -0,89 persen (mom) dibandingkan 8,32 persen pada Februari 2025, diperkirakan meredakan tekanan inflasi inti.
“Sementara indikator konsumsi tetap mendukung dengan Mandiri Spending Index (MSI) naik sekitar 1,31 persen (mom),” tambahnya.
Selain itu, inflasi harga pangan bergejolak diproyeksikan meningkat lebih lanjut menjadi 2,6 persen (mom), dibandingkan 2,50 persen pada Februari 2026, didorong oleh permintaan yang tetap tinggi selama Ramadan.
“Kenaikan harga terutama terjadi pada cabai rawit sebesar 10,2 persen, bawang putih 10,0 persen, cabai merah 3,7 persen, daging ayam 3,0 persen, dan telur 1,7 persen,” kata Andry.
Baca juga: INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”
Selanjutnya, untuk inflasi harga yang diatur pemerintah diperkirakan sebesar 0,2 persen (mom), tercatat lebih tingi dibandingkan -0,03 persen pada bulan sebelumnya.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga BBM nonsubsidi sekitar 6,7 persen (mom) serta tarif penerbangan menjelang periode Idul Fitri. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Sebanyak 93 persen anggaran BGN Rp268 triliun dialokasikan langsung untuk Program MBG. Porsi… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia memilih bersikap realistis di tengah sinyal OJK terkait peluang kenaikan bank… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas,… Read More
Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More
Poin Penting Bank Neo Commerce (BNC) mencatat laba bersih Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak 2.745… Read More
Poin Penting KPPU menggelar sidang perdana dugaan keterlambatan notifikasi akuisisi oleh PT Evans Indonesia dalam… Read More