Moneter dan Fiskal

Inflasi Maret 2026 Diperkirakan Melandai di Level 0,62 Persen

Poin Penting

  • Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,62 persen (mom), turun dari 0,68 persen pada Februari, dipicu penurunan harga emas.
  • Secara tahunan, inflasi turun ke 3,70 persen (yoy), mencerminkan normalisasi efek basis, sementara inflasi inti naik moderat.
  • Tekanan inflasi masih datang dari harga pangan selama Ramadan, terutama cabai, bawang putih, daging ayam, dan telur.

Jakarta – Tim Ekonom atau Office of Chief Economist (OCE) Group Bank Mandiri memperkirakan inflasi pada Maret 2026 akan sedikit melandai di tengah penurunan harga emas. Meski demikian tekanan harga pangan masih akan memengaruhi inflasi.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia akan mencatatkan inflasi sebesar 0,62 persen secara bulanan (mom) pada Maret 2026, sedikit melandai dari 0,68 persen (mom) dibandingkan Februari 2026.

“Perlambatan ini sebagian didorong oleh penurunan harga emas, meskipun kenaikan harga pangan selama Ramadan masih memberikan tekanan ke atas,” kata Andry, Selasa, 31 Maret 2026.

Baca juga: Prasasti Tekankan Ini ke Pemerintah RI di Tengah Tekanan Inflasi Akibat Perang AS-Iran

Sementara itu, secara tahunan, inflasi headline diproyeksikan turun menjadi 3,70 persen (yoy) dibandingkan 4,76 persen (yoy) pada Februari 2026, mencerminkan normalisasi dari efek basis rendah pada Februari 2025.

Kemudian, inflasi inti diperkirakan meningkat moderat menjadi 0,3 persen (mom), dibandingkan 0,42 persen pada Februari 2026.

Menurutnya, meskipun aktivitas Ramadan lebih kuat, serta penurunan harga emas sebesar -0,89 persen (mom) dibandingkan 8,32 persen pada Februari 2025, diperkirakan meredakan tekanan inflasi inti. 

“Sementara indikator konsumsi tetap mendukung dengan Mandiri Spending Index (MSI) naik sekitar 1,31 persen (mom),” tambahnya.

Harga Pangan Masih jadi Sumber Tekanan

Selain itu, inflasi harga pangan bergejolak diproyeksikan meningkat lebih lanjut menjadi 2,6 persen (mom), dibandingkan 2,50 persen pada Februari 2026, didorong oleh permintaan yang tetap tinggi selama Ramadan.

“Kenaikan harga terutama terjadi pada cabai rawit sebesar 10,2 persen, bawang putih 10,0 persen, cabai merah 3,7 persen, daging ayam 3,0 persen, dan telur 1,7 persen,” kata Andry.

Baca juga: INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Selanjutnya, untuk inflasi harga yang diatur pemerintah diperkirakan sebesar 0,2 persen (mom), tercatat lebih tingi dibandingkan -0,03 persen pada bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh naiknya harga BBM nonsubsidi sekitar 6,7 persen (mom) serta tarif penerbangan menjelang periode Idul Fitri. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kepala BGN Beberkan 93 Persen Anggaran Rp268 T ke MBG, Ini Rinciannya

Poin Penting Sebanyak 93 persen anggaran BGN Rp268 triliun dialokasikan langsung untuk Program MBG. Porsi… Read More

35 mins ago

Bos Maybank Pilih Realistis, Target KBMI 4 Belum Jadi Prioritas

Poin Penting Maybank Indonesia memilih bersikap realistis di tengah sinyal OJK terkait peluang kenaikan bank… Read More

36 mins ago

Maybank Terapkan Strategi “Dua Kaki” Garap Pembiayaan Otomotif

Poin Penting Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas,… Read More

48 mins ago

Komisi XII Dorong Mitigasi Berlapis Hadapi Ancaman Krisis Energi Global

Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More

1 hour ago

Bank Neo Commerce Cetak Laba Rp565,69 Miliar di 2025, Terbang 2.745 Persen

Poin Penting Bank Neo Commerce (BNC) mencatat laba bersih Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak 2.745… Read More

1 hour ago

KPPU Sidangkan Dugaan Keterlambatan Notifikasi Akuisisi Evans Indonesia

Poin Penting KPPU menggelar sidang perdana dugaan keterlambatan notifikasi akuisisi oleh PT Evans Indonesia dalam… Read More

2 hours ago