Moneter dan Fiskal

Inflasi di Daerah Melonjak, Kemendagri Minta Kepala Daerah Turun ke Pasar

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat inflasi yang masih tinggi di sejumlah daerah yang dinilai memberikan dampak terhadap masyarakat, utamanya kenaikan harga pangan di tingkat konsumen.

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir mengatakan terdapat sejumlah daerah di tingkat Provinsi maupun Kabupaten yang mengalami tingkat inflasi di atas rata-rata nasional. Misalnya, pada tingkat Kabupaten inflasi tertinggi di Deli Serdang mencapai 6,81 persen, sementara di tingkat Provinsi, yakni di Sumatera Utara dengan inflasi 5,32 persen per September 2025.

“Inflasi 5,32 dalam suatu provinsi itu sudah terasa perubahan harganya ke masyarakat. Karena itu mohon jadi perhatian para gubernur khususnya 10 provinsi tertinggi. Selanjutnya kabupaten, Kabupaten Deli Serdang 6,81,” kata Tomsi dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025.

Tomsi pun meminta agar para kepala daerah maupun pemerintah daerah terjun langsung dalam mengendalikan laju inflasi di daerah masing-masing.

Baca juga: Indonesia Alami Inflasi 0,21 Persen pada September 2025

“Kalau temen-temen kepala daerah turun ke pasar, dengan angka 6 (persen) ini tentunya sangat dirasakan masyarakat. Begitu juga dengan Kota Pematang Siantar 5,84 persen. Yang jadi permasalahan hanya sedikit provinsi, kota dan kabupaten yang inflasinya tinggi. Oleh sebab itu, temen-temen kepala daerah dan pemerintah daerah mesti bekerja keras,” pungkasnya.

Berdasarkan paparannya, daftar 10 provinsi dengan inflasi tertinggi, di antaranya Sumatera Utara sebesar 5,32 persen, Riau 5,08 persen, Aceh 4,45 persen, Sumatera Barat 4,22 persen, Sulawesi Tengah 3,88 persen, Jambi 3,77 persen, Sulawesi Tenggara 3,68 persen, dan Papua Pegunungan 3,55 persen. 

Selanjutnya, 10 Kabupaten dengan inflasi tertinggi yaitu, Deli Serdang 6,81 persen Labuhan Batu 6,38 persen , Pasaman Barat 6,38 persen, Tembilahan 6,34 perse , Kerinci 5,90 persen, Aceh Tengah 5,80 persen, Kampar 5,75 persen, Toli-Toli 5,26 persen, Karo 5,18 persen , dan Luwung 4,90 persen.

Untuk tingkat kota, inflasi tertinggi yaitu Pematang Siantar 5,84 persen, Gunung Sitoli 5,50 persen, Padang Sidempuan 5,37 persen, dan Dumai 4,94 persen.

Baca juga: BI dan Pemerintah Rutin “Siskamling” Pantau Inflasi di Daerah

Ada juga Kota Bau-Bau dengan inflasi 4,84 persen, Sibolga 4,83 persen, Pekanbaru 4,63 persen, Medan 4,44 persen, Bukittinggi 4,40 persen, dan Lhokseumawe 4,19 persen.

Tomsi menilai sejumlah daerah dengan inflasi tertinggi bukan terletak di wilayah yang sulit untuk diakses maupun terkendala lambatnya distribusi. 

“Ini bukan daerah-daerah yang sulit. Lanjut kotanya Pematang Siantar, Gunung Sitoli, ini bukan daerah kota yang distribusinya terhambat. Oleh karena itu kami minta bapak ibu kembali lagi cek ini. Perhatikan, berusaha sekeras-kerasnya. Dari daftar masih ada kabupaten kota yang hanya berharap anugerah Tuhan Yang Maha Esa aja, tapi usahanya tidak maksimal,” tegasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

9 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

9 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

11 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

11 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

11 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

12 hours ago