INET Tambah 430 KM Jaringan Fiber Optik Guna Layani ISP Jabodetabek di 2025

Jakarta – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), melalui anak usahanya PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), berencana menambah jaringan fiber optik sepanjang 430 km di sejumlah lokasi strategis di Jabodetabek pada 2025.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, mengatakan bahwa dengan penambahan jaringan ini, perusahaan akan berfokus melayani kebutuhan ratusan klien baru dari berbagai latar belakang, seperti penyedia layanan internet (ISP) dan pusat data (data center).

“Dengan seluruh portfolio infrastruktur yang dimiliki INET saat ini, kami yakin dapat meningkatkan ekosistem digital untuk seluruh kalangan. INET akan senantiasa turut serta dalam memanfaatkan momentum kenaikan kebutuhan internet tersebut dengan semakin memperluas pangsa pasar dan meningkatkan layanan kepada pelanggan,” kata Arif dalam keterangan resmi yang dikutip pada Kamis, 5 Desember 2024.

Baca juga: Lintasarta Perluas Coverage Fiber Optic ke 36 daerah di 2021

Arif juga menambahkan bahwa penambahan jaringan fiber optik ini membuat INET lebih percaya diri dalam menyongsong tahun 2025.

Perusahaan siap melanjutkan ekspansi yang menjadi prioritas demi mendukung pertumbuhan dan kemajuan bisnis yang berkelanjutan.

Dari sisi laporan keuangan, INET mencatatkan kinerja positif pada kuartal III-2024.

Pendapatan bersih perusahaan tumbuh 18 persen menjadi Rp23,28 miliar dibandingkan Rp19,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Cipta Perdana Lancar (PART) Raih Penjualan Rp198,06 Miliar di Q3, Ini Kontribusi Terbesar

Kinerja positif tersebut juga mengerek kenaikan laba bersih INET sebesar 37 persen menjadi Rp2,10 miliar dari Rp1,53 miliar di kuartal III-2023.

Sementara itu, total aset INET meningkat dari Rp223,91 miliar pada akhir tahun 2023 menjadi Rp231,5 miliar pada kuartal III-2024.

Ekuitas perusahaan juga naik dari Rp214,5 miliar menjadi Rp216,6 miliar. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

53 mins ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

1 hour ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

2 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

6 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

15 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

15 hours ago