Jakarta–Industrial Bank of Korea (IBK) meminati pasar Indonesia dan berencana lakukan merjer dan akuisisi (M and A) perbankan di Indonesia. Ini dilakukan untuk memuluskan langkah masuk ke pasar terbesar di ASEAN.
Hal itu diungkapkan Dae-Sung Lee selaku Chief Deputy General Manager Industrial Bank of Korea pada acara Indonesia-Korea Financial Cooperation Forum di Jakarta, Rabu, 12 April 2017.
Ia menjelaskan kesempatan akusisi serta merger di pasar perbankan Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadi pemain keuangan yang lebih besar di Asia,
“Indonesia merupakan satu-satunya negara di mana IBK tidak memiliki cabang di bandingkan negara-negara lain yang lebih dari 1.000 perusahaan Korea Selatan telah membuat terobosan cabang,” ujar Dae Sung Lee. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More