Di pasar nasional, ia mengklaim menguasai separuh pangsa pasar dan menjadi merek lokal yang bisa bersaing dengan produk-produk luar. “Kami sangat berharap pemerintah untuk terus mendukung penggunaan produk dalam negeri secara konsisten. Memang banyak produk impor yang berkualitas, namun tidak dengan produk impor ilegal untuk barang berkualitas rendah,” paparnya.
Dalam mendorong kampanya cintai produk dalam negeri dan meningkatkan budaya menulis, membaca dan mewarnai, perseroan menggelar kampanye #ayomenulis. Untuk itu Standardpen menggelar kegiatan Satu Juta Bolpoin untuk Anak Indonesia yang dibagikan dari pinggiran-pinggiran kota seperti di Gunung Sinabung, Sumatera Barat; Pulau Bawean; Jember, Banyuwangi, Situbondo di Jawa Timur; Gunung Slamet, Jawa Tengah; Kulonprogo, Yogyakarta.
Tahun ini, terang Megusdyan, pihaknya akan hadir menemui anak-anak di Indonesia bagian timur seperti Maumere, Ende dan Bajawa di Flores; Sumbawa Besar dan Tambora di NTB; Bulukumba, Sulawesi Selatan; dan Mandar, Sulawesi Barat.
“Dalam kesempatan ini, kami mengajak anak-anak dan guru untuk melestarikan menulis dengan tangan agar dapat mengasah kinerja otak,” imbuhnya. (*)
Page: 1 2
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 2,08 persen ke level 7.935,26. Sebanyak 646 saham terkoreksi, dengan… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BSI mencatat pertumbuhan lebih dari dua juta nasabah baru sepanjang 2025, didorong minat… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More