Di pasar nasional, ia mengklaim menguasai separuh pangsa pasar dan menjadi merek lokal yang bisa bersaing dengan produk-produk luar. “Kami sangat berharap pemerintah untuk terus mendukung penggunaan produk dalam negeri secara konsisten. Memang banyak produk impor yang berkualitas, namun tidak dengan produk impor ilegal untuk barang berkualitas rendah,” paparnya.
Dalam mendorong kampanya cintai produk dalam negeri dan meningkatkan budaya menulis, membaca dan mewarnai, perseroan menggelar kampanye #ayomenulis. Untuk itu Standardpen menggelar kegiatan Satu Juta Bolpoin untuk Anak Indonesia yang dibagikan dari pinggiran-pinggiran kota seperti di Gunung Sinabung, Sumatera Barat; Pulau Bawean; Jember, Banyuwangi, Situbondo di Jawa Timur; Gunung Slamet, Jawa Tengah; Kulonprogo, Yogyakarta.
Tahun ini, terang Megusdyan, pihaknya akan hadir menemui anak-anak di Indonesia bagian timur seperti Maumere, Ende dan Bajawa di Flores; Sumbawa Besar dan Tambora di NTB; Bulukumba, Sulawesi Selatan; dan Mandar, Sulawesi Barat.
“Dalam kesempatan ini, kami mengajak anak-anak dan guru untuk melestarikan menulis dengan tangan agar dapat mengasah kinerja otak,” imbuhnya. (*)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More