Moneter dan Fiskal

Industri Perhotelan Terancam PHK Massal Imbas Efisiensi, Ini Respons Kemenkeu

Jakarta – Pemerintah memastikan akan tetap melakukan efisiensi anggaran di 2026. Salah satunya dengan mengurangi rapat yang dilaksanakan di luar kantor. Akibat kebijakan ini, berimbas pada industri perhotelan, bahkan kabarnya bakal terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Direktur Sistem Penganggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Lisbon Sirait menyatakan, efisiensi anggaran melalui rapat di hotel ini memang membuat industri perhotelan tenggelam. Pasalnya, hal ini akan membuat berbagai kegiatan pemerintahan di hotel berkurang. 

“Karena pemerintah saat ini melakukan efisiensi terhadap aktivitas itu, memang punya dampak terhadap perhotelan atau kegiatan-kegiatan lain yang terkait,” ucap Lisbon dalam media briefing Kebijakan SBM TA 2026, dikutip Selasa, 3 Juni 2025.

Baca juga: Ribuan Karyawan Di-PHK, Puan Minta Pemerintah Jangan Jadi Penonton

Lisbon melanjutkan, dengan Standar Biaya Masukan (SBM) yang ditentukan membuat pemerintah harus mengoptimalkan perkembangan teknologi untuk melaksanakan rapat, seperti melalui media daring. Dia memastikan, pemerintah tetap bisa mencapai target-target yang telah ditentukan meski ada pengurangan aktivitas di luar kantor. 

Meski demikian, masalah industri perhotelan yang terancam ini akan diatasi melalui sederet kebijakan atau insentif ekonomi dari pemerintah. 

“Memang kalau dibandingkan sebelumnya ada penurunan dari aktivitas di hotel, tapi itu kebijakan lain, kebijakan di penganggarannya sendiri dan kebijakan yang insentif ekonomi nanti yang akan diterapkan oleh pemerintah,” imbuh Lisbon.

Baca juga: Tak Kena Efisiensi, Anggaran Mobil Dinas Pejabat Eselon I Naik Jadi Rp931,64 Juta

Selanjutnya, Kemenkeu telah menentukan standar biaya berdasarkan harga rata-rata pasar di pasar yang paling efisien, baik itu harga biaya hotel dan besaran biaya uang saku perjalanan dinas. 

Lisbon menilai, dampaknya terhadap ekonomi akibat kebijakan ini juga akan bergantung pada alokasi yang dianggarkan pada masing-masing instansi pemerintahan. 

“Karena pemerintah saat ini melakukan efisiensi terhadap aktivitas itu memang punya dampak terhadap perhotelan atau kegiatan-kegiatan lain yang terkait. Tapi pemerintah punya kebijakan lain untuk mendorong atau mengurangi dampak itu,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Dewan Pengurus Yayasan Bill Gates

Poin Penting Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus (governing board) Gates Foundation… Read More

2 mins ago

OJK Data Aset dan Audit Keuangan DSI Buntut Gagal Bayar Rp1,4 Triliun

Poin Penting OJK mendata seluruh aset dan mengaudit keuangan DSI periode 2017–2025 terkait dugaan gagal… Read More

24 mins ago

JTPE Targetkan Penjualan Tumbuh Dua Digit pada 2026, Ini Strateginya

Poin Penting JTPE menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026, didukung kinerja solid hingga kuartal… Read More

34 mins ago

OJK Perkuat Aturan Tata Kelola Bursa Efek, Ini Poin Pentingnya

Poin Penting OJK menerbitkan POJK 31/2025 untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan Bursa Efek serta… Read More

60 mins ago

Pemerintah Lanjutkan Paket Ekonomi di 2026, Cek Daftarnya

Poin Penting Pemerintah memastikan kelanjutan paket ekonomi pada 2026 untuk menghadapi tantangan global, meningkatkan kualitas… Read More

1 hour ago

Airlangga Blak-blakan Ungkap Singapura “Benci” dengan Indonesia

Poin Penting Indonesia agresif masuk pasar perdagangan global dengan bergabung ke IEU CEPA, CEPA Kanada,… Read More

2 hours ago