Ilustrasi: Adira Finance bidik pertumbuhan pembiyaan baru tumbuh 20 persen di 2023/isitmewa
Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk (Adira Finance) menargetkan pembiayaan baru dapat tumbuh sekitar 20 persen hingga akhir tahun 2023.
Presiden Direktur Adira Finance, Dewa Made Susila mengatakan target pembiayaan baru itu telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang masih cukup kuat sekitar 5 persen.
“Didukung juga oleh peningkatan konsumsi masyarakat, kinerja ekspor yang kuat, dan sektor pariwisata yang solid,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 1 November 2023.
Baca juga: Laba Adira Finance Tumbuh 17 Persen di Kuartal III 2023
Sejauh ini, pembiayaan baru Adira Finance terus tumbuh. Buktinya, saat ini pembiayaan baru tumbuh 39 persen year on year (yoy) menjadi Rp30,4 triliun per September 2023.
Selain itu, kata Made, penjualan industri otomotif juga diperkirakan masih sesuai dengan target akhir tahun 2023. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan penjualan motor nasional sekitar 5,8 juta unit sampai 6 juta unit.
“Sementara, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memproyeksikan target penjualan mobil pada 2023 sekitar 1,05 juta unit,” tuturnya.
Sebagai informasi, hingga akhir September 2023, industri otomotif mencatatkan pertumbuhan yang positif.
Baca juga: 5 Rekomendasi Motor Listrik Murah, Harga Mulai Rp8 Jutaan
Penjualan ritel sepeda motor baru tumbuh sebesar 20 persen menjadi 4,5 juta unit dan penjualan ritel mobil baru tumbuh tipis sebesar 2 persen menjadi 746 ribu unit.
Made menilai, pertumbuhan ini ditopang kondisi ekonomi yang cukup baik dan daya beli masyarakat yang terjaga.
“Serta antusiasme masyarakat yang tinggi dalam beragam perhelatan besar pameran otomotif yang digelar sepanjang tahun,” imbuhnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More