Ekonomi dan Bisnis

Industri Minuman Kesehatan Tetap Pede Luncurkan Produk di Tengah Daya Beli Menurun

Jakarta – Di tengah sinyal pelemahan daya beli masyarakat, industri minuman kesehatan tetap pede jualan dengan meluncurkan pelbagai produk premium. Bukan tanpa sebab, tren gaya hidup sehat menjadi pemantik utamanya.

Brand premium di bawah Great Giant Foods (GGF), Hometown Dairy misalnya, baru saja meluncurkan produk ‘Gelato Yogurt’ ke pasaran. Minuman kesehatan dengan Pistachio Premium dari Sisilia ini memang ditargetkan pada segmen middle up

“Kita memang targetnya lebih ke customer Re.juve. Jadi, memang secara kualitas dan harga lebih cocok toko-tokonya yang ada di Re.juve,” kata CEO Consumer Branded Business GGF Stephanie Gondokusumo, dikutip Jumat, 29 Agustus 2025.

Diakuinya, di tengah pelemahan daya beli masyarakat, pihaknya optimis produk Gelato Yogurt yang tinggi protein, serat dan prebiotik alami ini mendapat sambutan hangat masyarakat. Apalagi, kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat kian tinggi.

Baca juga : Begini Cara Bos GGF Bikin Produk Buah Lokal Naik Kelas

“Kita yakin bisa diterima. Kalau nggak yakin kita tidak akan meluncurkan produk ini. Nunggu sampai market sedikit membaik,” jelasnya.

Ia menyakini, produk minuman kesehatan masih memiliki pasar dan peluang untuk orang-orang yang mencari produk berkualitas dengan rasa enak dan sehat.

“Segmen kita memang bagi masyarakat yang konsen pada gaya hidup sehat,” tegasnya.

Diketahui, Hometown Gelato Yogurt memiliki sensasi creamy khas gelato yang dipadukan dengan kesegaran yogurt dengan fermentasi alami, menjadikannya pilihan indulgent namun tetap ringan. 

Varian Pistachio dari Sisilia dipilih karena kualitasnya yang istimewa, ditanam di lereng Gunung Etna dan diakui sebagai salah satu pistachio yang premium dan terbaik di dunia.

Baca juga : Fokus Garap Segmen Milenial, GGF Luncurkan Sunpride Lyfe dan Sunpride RTD Juice

Perluas Pasar

Untuk semakin dekat dengan para pencinta gaya hidup sehat, Hometown berkolaborasi dengan Re.juve — minuman sehat yang sudah dikenal di Indonesia dan Singapura — untuk menghadirkan inovasi ini kepada masyarakat di Indonesia, sehingga pilihan produk enak dan bernutrisi dengan bahan-bahan alami semakin beragam.

CEO Re.juve Romie Johanes menjelaskan, melalui kerjasama dengan Hometown Gelato Yogurt, Re.juve dapat memperluas portfolio produk yang ditawarkan kepada konsumen, sehingga masyarakat yang memiliki gaya hidup sehat namun juga ingin memanjakan lidah memiliki pilihan yang tetap sehat dengan bahan alami.

“Melalui produk ini, kami ingin memperluas peran Re.juve dalam kehidupan sehari-hari pelanggan — tidak hanya untuk minuman sehat mereka, tetapi juga untuk momen indulgence yang kini bisa dinikmati tanpa rasa bersalah,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

5 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

6 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

8 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

12 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

16 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

17 hours ago