Jakarta – PT AIA Financial (AIA) mengaku masih membukukan pertumbuhan bisnis yang positif ditengah perlambatan industri asuransi jiwa secara nasional.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Chief Marketing Officer AIA Lim Chet Ming di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Menurutnya, kondisi Pemilu yang berlangsung pada pertengahan tahun menjadi faktor perlambatan bisnis asuransi secara industri.
“Buat asuransi jiwa saya kira masih kuat, jadi sementara ini saya rasa gara-gara kemarin ada pemilu tapi itu tren jangka pendek saja dan kita masih stabil untuk proteksi,” kata Lim Chet.
Lebih lanjut dirinya menyebut, bahwa hingga kuartal ketiga tahun ini pendapatan preminya masih dapt tumbuh double digit. Dengan begitu, hingga akhir tahun pihaknya masih optimis mempertahankan kinerja positif tersebut.
“Kita liat (AIA) masih strong growth di September ini dan akhir tahun outlook bagus dan kuartal tiga sudah double digit,” tambah Lim Chet.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) sendiri mencatatkan total Pendapatan Premi asuransi jiwa mengalami perlambatan 3,6% di kuartal II 2019 menjadi Rp90,25 triliun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp93,58 triliun. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Pemerintah Arab Saudi menegaskan tidak menerbitkan visa haji furoda pada penyelenggaraan haji tahun… Read More
Poin Penting BRI alihkan kepemilikan BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management melalui PJBB sebagai… Read More
Poin Penting Bank Dunia pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 menjadi 4,7% dari 4,8% akibat ketidakpastian… Read More
Poin Penting Bank Banten membidik aset tumbuh ~20 persen menjadi Rp12 triliun dan laba bersih… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group INDUSTRI jasa keuangan Indonesia dewasa ini… Read More
Poin Penting PT BSA Logistics Indonesia Tbk resmi IPO di Bursa Efek Indonesia, saham melonjak… Read More