News Update

Industri Keuangan Belum Jangkau Pelosok NTT

Kupang–Pertumbuhan industri keuangan yang tinggi di Nusa Tenggara Timur dinilai masih belum dapat menjangkau seluruh pelosok NTT. Pasalnya, jaringan kantor industri keuangan mayoritas masih terletak di ibu kota NTT, yaitu Kupang.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Winter Marbun mengatakan, dari sisi jaringan kantor, 21 bank umum yang sudah hadir di NTT memiliki 57 kantor cabang dan ratusan outlet dengan level di bawah kantor cabang, 11 BPR dengan 4 kantor cabang, 39 industri keuangan nonbank dengan 103 jaringan kantor.

“Dengan makin tumbuhnya lembaga keuangan di NTT maka diharapkan akan meningkatkan inklusi keuangan, tapi masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan industri keuangan. Saya lihat, sebagian besar jaringan kantor masih di Kupang makanya tidak cukup untuk menjangkau masyarakat yang 5 juta lebih penduduk,” kata Winter dalam sambutan pembukaan Pelatihan Wartawan Otoritas Jasa Keuangan, di Hotel Sotis, Kupang, NTT, Senin, 28 Maret 2016.

Menurutnya saat ini sudah ada tiga bank yang melakukan upaya menjangkau pelosok-pelosok NTT dengan menggunakan agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) sebagai perpanjangan tangan bank yaitu Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BTPN.

Tahun ini, sambung Winter, akan ada satu bank lagi yang menyusul yaitu Bank NTT. “Tahun ini Bank NTT menargetkan 300 agen Laku Pandai di Rencana Bisnis Bank-nya,” tukasnya.

Secara nasional, tahun ini OJK menargetkan 300 ribu agen Laku Pandai dan saat ini baru ada 30 ribu agen. OJK juga mendorong bank-bank pembangunan daerah untuk mengikuti program Laku Pandai guna meningkatkan efisiensi bank. (*) Ria Martati

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More

33 mins ago

Mengeliminasi Fragmentasi Global dan Menimbang Posisi Indonesia

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More

35 mins ago

HRTA Rilis Aplikasi HRTA Gold untuk Transaksi Emas dan Perhiasan, Ini Keunggulannya

Poin Penting HRTA meluncurkan aplikasi HRTA Gold sebagai platform jual beli emas dan perhiasan fisik… Read More

1 hour ago

Fungsi Intermediasi Solid, BNI Raup Laba Rp20 Triliun di 2025

Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More

2 hours ago

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

4 hours ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

5 hours ago