Jakarta – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengumumkan pencapaian kinerja perseroan sepanjang sembilan bulan di 2018. Di tengah kondisi industri batubara yang membaik, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 188,87 juta, dengan laba kotor sebesar USD 6,61 juta. Sementara laba komprehensif perusahaan dibukukan sebesar USD 0,83 juta atau naik 210,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun Total Aset Perseroan pada tanggal 30 September 2018 adalah sebesar USD 380,65 juta, atau menurun 5,3% dari posisi tanggal 31 Desember 2017. Total Liabilitas Perseroan pada 30 September 2018 menurun 12,6% menjadi USD 152,27 juta, dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2017 sebesar USD 174,25 juta.
“Melihat kinerja yang meningkat di tahun 2018, kami optimis akan dapat meningkatkan kinerja di tahun 2019, sejalan dengan permintaan klien yang menginginkan kenaikan produksi di area tambangnya,” ujar Faisal Firdaus, Presiden Direktur PT Darma Henwa Tbk, pada saat Paparan Publik di Jakarta, Rabu (19/12/2018).
Faisal menyebutkan, saat ini Perseroan mengelola empat proyek yakni Proyek Batubara Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal, Proyek Batubara Asam Asam milik PT Arutmin Indonesia, Proyek Batubara Satui milik PT Cakrawala Langit Sejahtera. Dan terakhir adalah Proyek Jasa Pelayanan Pelabuhan PT Dire Pratama.
Dari proyek pertambangannya, hingga periode 30 September 2018, Perseroan berhasil meningkatan volume overburden menjadi 75,5 juta Bcm, naik 18,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara produksi batubara mencapai 9,7 juta ton, atau sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya.(*)
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More