Industri Asuransi Tumbuh Tipis, OJK Salahkan Jiwasraya dan Bumiputera

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, hingga akhir tahun terdapat beberapa tantangan dan kondisi yang masih mempengaruhi pertumbuhan industri asuransi.

Direktur Pengawasan Asuransi OJK Ahmad Nasrulla bahkan menyebut, kondisi dua perusahaan asuransi yang kurang sehat yakni Jiwasraya dan juga Bumiputera cukup mempengaruhi pertumbuhan industri asuransi hingga akhir tahun.

“Boleh dikatakan ini musibah terhadap beberapa anggota kita di asuransi jiwa. Ada dua perusahaan asuransi besar yang cukup mempengaruhi pertumbuhan industri,” kata Nasrulla dalam acara Insurance Outlook 2020 di Jakarta, Kamis 21 November 2019.

Asal tahu saja, premi industri asuransi jiwa hanya mampu bisa tumbuh single digit hingga akhir tahun ini atau berada pada kisaran 7% hingga 8%. Namun Nasrulla menyebut, angka tersebut lebih baik dibandingkan dengan perolehan kuartal I 2019 yang mengalami pertumbuhan minus.

Lebih lanjut Nasrulla menambahkan, industri asuransi hingga akhir 2019 tak lepas dari isu global seperti perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) dan kondisi perekonomian nasional.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga September 2019, pendapatan premi industri asuransi jiwa masih turun tipis 3,08% yoy menjadi Rp136,78 triliun. Padahal pendapatan premi September tahun lalu masih mencapai Rp141,14 triliun. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Membaca Data Sritex: Antara Fakta Keuangan dan Narasi Kriminalisasi Bankir BPD

Oleh Tim Infobanknews/The Asian Post SIDANG kredit macet PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex,… Read More

2 hours ago

Satgas PKH Segel Tambang Nikel Ilegal PT Mineral Trobos

Poin Penting Satgas PKH menyegel area operasional PT Mineral Trobos di Maluku Utara karena dugaan… Read More

6 hours ago

Konsisten Tambah Modal, Amar Bank Siap Naik Kelas ke KBMI 2

Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More

6 hours ago

Strategi Investasi AXA Mandiri Hadapi Volatilitas Pasar

Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More

7 hours ago

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

16 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

16 hours ago