BEI; Pasar modal. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–PT Indonesian Capital Market Electronic Libary (Icamel) baru saja menjalin kerja sama dengan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).
Kerja sama tersebut dilakukan guna menyelenggarakan pendidikan untuk ahli syariah pasar modal (ASPM).
Direktur Icamel Yulianto Aji Sadono mengatakan, adanya kerja sama ini diharapkan dapat mengisi kekurangan profesional yang memiliki kompetensi di bidang syariah pasar modal.
“Pelatihannya ada kompetensi syariah. Target kami bisa ciptakan sebanyak mungkin ahli syariah pasar modal,” kata Yulianto di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 31 Maret 2016.
Selama ini pelaksanaan pemberian nasihat, pengawasan prinsip syariah pasar modal dalam kegiatan usaha perusahaan, serta pemberian opini mengenai kesesuaian terhadap prinsip syariah atas instrumen syariah pasar modal dilakukan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) atau Tim Ahli Syariah (TAS).
Ditempat yang sama, Anggota Dewan Syariah Nasional MUI Muhammad Gunawan Yasni berharap, melalui melalui sertifikasi ASPM, para siswa jebolan pendidikan tersebut diharapkan bisa menjadi anggota DPS atau TAS.
“Produk utama kami fatwa opini syariah terkait instrumen pasar modal syariah. Kami punya keunggulan pemahaman pengetahuan. Implementasi keuangan syariah bisa kami tularkan,” ujarnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More