Workshop Profesional tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud dan Keamanan Siber terkait Perlindungan Aset Pemodal di Pasar Modal Indonesia yang berlangsung secara daring, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: Tangkapan layar/Julian)
Jakarta – PT Penyelenggara Program Perlindungan Investor Efek Indonesia (Indonesia SIPF), menyelenggarakan Workshop Profesional tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud dan Keamanan Siber terkait Perlindungan Aset Pemodal di Pasar Modal Indonesia yang berlangsung selama dua hari secara daring pada 22–23 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai forum peningkatan kapasitas tapi juga pertukaran wawasan seputar praktik pencegahan fraud dan penguatan keamanan siber dalam ekosistem pasar modal.
Dalam konteks transformasi digital dan meningkatnya aktivitas investasi masyarakat, seluruh pelaku industri dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan kesiapan mereka dalam menghadapi potensi risiko yang terus berkembang, termasuk ancaman penyalahgunaan sistem dan serangan siber.
Baca juga: Indonesia SIPF Tegaskan Komitmen Lindungi Investor Pasar Modal
Direktur Utama Indonesia SIPF, Gusrinaldi Akhyar, menyatakan bahwa menjaga kepercayaan investor adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal Indonesia.
“Topik anti-fraud dan keamanan siber yang kita angkat hari ini sangat relevan dengan situasi terkini. Sejumlah kejadian di pasar modal belakangan ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan penguatan kapasitas pelaku industri dalam melindungi kepentingan investor,” ujar Gusrinaldi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2025.
Adapun, pelatihan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Indonesia SIPF dalam menjalankan peran sebagai penyelenggara perlindungan investor di pasar modal.
Baca juga: Indonesia SIPF Catat 6,05 Juta Investor Sudah Terlindungi DPP
Gusrinaldi berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran dan kompetensi perusahaan sekuritas dan bank kustodian yang menjadi anggota dana perlindungan pemodal yang terdaftar di Indonesia SIPF (Anggota Indonesia SIPF) dalam merespons tantangan industri yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
Melalui workshop ini, Indonesia SIPF berharap seiring meningkatnya pemahaman dan kapabilitas Anggota Indonesia SIPF dalam menangani potensi fraud dan peningkatan keamanan siber, diharapkan sinergi antar pelaku industri dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk meminimalkan risiko dan mencegah kerugian yang ditimbulkan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More