News Update

Indonesia Punya Pemodelan Bencana Nasional Berbasis Cat Modeling, Ini Manfaatnya

Poin Penting

  • Indonesia Catastrophe Model (Cat Model) MAIPARK dikembangkan sejak 2008 dan rampung 2010 sebagai fondasi pengelolaan risiko bencana di industri asuransi
  • Cat Model dikemas dalam platform digital mcm.maipark.com yang memungkinkan asuransi menghitung potensi kerugian berbagai portofolio
  • Cat Model MAIPARK digunakan sebagai rujukan utama asuransi parametrik gempa bagi pemda, memungkinkan pencairan dana tunai sekitar dua minggu pascabencana.

Jakarta — Indonesia telah memiliki sistem pemodelan bencana yang komprehensif melalui Indonesia Catastrophe Model (Cat Model) yang dikembangkan oleh PT Reasuransi MAIPARK Indonesia. 

Model ini menjadi fondasi utama pengelolaan risiko bencana di sektor perasuransian nasional sejak lebih dari satu dekade lalu.

Research & Development Principal PT Reasuransi MAIPARK, Hengki Eko Putra, membeberkan, Cat Model Indonesia dikembangkan sejak 2008 dan rampung pada 2010. Model ini lahir dari pengalaman global, khususnya kegagalan bayar industri asuransi di Amerika Serikat akibat gempa besar, yang ingin dicegah dan tidak terulang di Indonesia. 

“Kenapa kita bikin Cat Model? karena kita tidak mau kejadian di Amerika tadi terjadi lagi di Indonesia,” ujarnya, di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca juga: Tanpa Hal Ini, Asuransi Bencana Dinilai Tidak Akan Efektif

Dalam implementasinya, kata dia, Cat Model Indonesia dikemas dalam platform digital yang mudah diakses melalui mcm.maipark.com. 

Platform ini memungkinkan pengguna memasukkan portofolio masing-masing untuk menghitung potensi kerugian, baik untuk asuransi komersial, rumah tinggal, maupun barang milik negara. 

“Perbedaannya cuma di portopolio saja, hazard dan vulnerability itu cenderung sama, artinya dia bisa dipakai untuk seluruh aspek yang dibutuhkan,” bebernya.

Selain penetapan tarif, lanjut Hengki, Cat Model juga dipergunakan secara rutin oleh perusahaan asuransi untuk menyusun struktur reasuransi. 

Model ini membantu menentukan batas pertanggungan (limit) dan retensi risiko, serta menjadi acuan dalam diskusi antara Maipark dan perusahaan asuransi (ceding company) setiap tahunnya.

Peran Cat Model Indonesia juga meluas ke kebijakan publik. Tahun lalu, ketika Kementerian Keuangan menggagas perlindungan pemerintah daerah melalui asuransi parametrik gempa, Maipark Catastrophe Modeling dijadikan rujukan utama. 

Baca juga: Ini Elemen Kunci agar Asuransi Wajib Bencana Bisa Diterapkan di Indonesia

Skema ini memungkinkan pemerintah daerah menerima dana tunai dalam waktu sekitar dua minggu setelah gempa terjadi, sehingga dapat segera digunakan untuk penanganan darurat tanpa harus menunggu penetapan status bencana nasional.

“Dalam waktu 2 minggu sesudah gempa terjadi, produk ini menjadikan pemda dapat anggaran cash langsung dari Jakarta. Dipakai untuk mencegah kerusakan yang ditanggung,” jelasnya. 

Sebagai ilustrasi, Maipark juga melakukan simulasi terhadap Badai Seroja yang melanda NTT pada 2021 silam. Apabila saat itu telah tersedia asuransi parametrik untuk curah hujan ekstrem, nilai klaim diperkirakan mencapai Rp300–400 miliar.

Dana tersebut dapat langsung dimobilisasi untuk penanganan awal, tanpa perdebatan administratif yang berlarut-larut. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

10 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

10 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

10 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

11 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

11 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

11 hours ago